Breaking News:

Ikan Mati di Waduk Gajah Mungkur

Jutaan Ikan Mati di Waduk Gajah Mungkur, Sekdes Sendang: Dinas Sudah Tahu

Sekretaris Desa Sendang menyatakan dinas sudah tahu soal kematian jutaan ikan di keramba petani Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri. Sekdes Sendang Agung

TribunSolo.com/Ryantono
Ikan yang mati mendadak di keramba milik petani di Waduk Gajah Mungkur Kediri, Sabtu (14/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Sekretaris Desa Sendang menyatakan dinas sudah tahu soal kematian jutaan ikan di keramba petani Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri.

Sekdes Sendang Agung Susanto mengatakan, pihaknya seringkali melakukan pertemuan antara dinas dan petani ikan.

"Sudah tahu karena sering pertemuan juga," papar Agung, Sabtu (14/12/2019).

Namun, soal apakah nanti ada bantuan atau tidak pihaknya tidak bisa menjawab sebab perlu ada komunikasi.

Rugi Miliaran Rupiah, Petani Ikan di Waduk Gajah Mungkur Belum Berani Tebar Ikan Lagi

Pancaroba Bikin Petani Ikan di Waduk Gajah Mungkur Rugi Puluhan Ton Ikan Siap Jual

Selama ini perhatian dari dinas sudah cukup baik lantaran ada berbagai pelatihan untuk petani.

"Ya kalau pelatihan sering, kalau soal ikan mati karena cuaca saja," jelas Agung.

Petani ikan di Waduk Gajah Mungkur yang mengalami ikan mati sampai jutaan menghitung kerugian kurang lebih Rp 4 miliar-an.

Ketua Paguyuban Petani Keramba Nila Kencana Sugiyanto mengatakan, kerugian ikan yang mati sampai puluhan ton terus diperkirakan sekitar Rp 4 miliar.

Hal tersebut dari perhitungan setiap satu tonnya ikan Rp 25 juta.

Terungkap, Ini Penyebab Jutaan Ikan di Keramba Waduk Gajah Mungkur Mati

Perubahan Cuaca, Jutaan Ikan Milik Petani di Waduk Gajah Mungkur Mati Mendadak

Bila ada puluhan ton bisa dilakukan estimasi kerugian sendiri.

Kerugian ini tentu bukan hanya dari satu petani saja namun dari hampir semua petani yang mengalami kejadian ikan mati yang sama.

"Iya kalau diperkirakan miliaran kerugian ada Rp 4 miliar," papar Sugiyanto, Sabtu (14/12/2019).

Kerugian ini tentu ditanggung oleh petani yang membeli bibit dan pakan sendiri selama membudidayakan ikan nila tersebut.

(*)

 
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved