Sekolah Ini Larang Siswinya Berponi, Jika Melanggar Terancam Diusir Dari Sekolah

dalam kontrak tersebut disebutkan jika seorang gadis gagal mematuhi aturan baru, mereka akan diberi tiga peringatan atas gaya rambut berponi

Editor: Eka Fitriani
wartakotalive.com
ilustrasi rambut berponi 

TRIBUNSOLO.COM - Sebuah sekolah di Thailand secara keras melarang siswa memiliki rambut berponi.

Sekolah menganggap model rambut berponi tidak rapih.

Bila aturan itu dilanggar murid perempuan akan terancam diusir dari sekolah.

Ibu Ini Berteriak Histeris saat Melihat Anaknya Tenggelam di Dasar Kolam Renang

Rugi Miliaran Rupiah, Petani Ikan di Waduk Gajah Mungkur Belum Berani Tebar Ikan Lagi

Sebuah kontrak yang dibuat sekolah perempuan itu dibagikan tersebar lewat online.

Jadi sekolah membuat kontrak peraturan rambut berponi tanpa nama dan meminta orang tua untuk menandatangani pernyataan bahwa untuk mengakui pelanggaran anak mereka.

"Saya (nama orang tua), orang tua dari (nama siswa) mengakui bahwa anak saya melanggar peraturan sekolah dengan mendapatkan poni (pinggiran)," bunyi kontrak.

Kontrak model rambut berponi telah dibagikan secara online setelah diberikan kepada orang tua untuk ditandatangani. (dailymail.co.uk)

Tidak ada alasan yang diberikan untuk larangan dalam dokumen, hanya karena memiliki poni melanggar pedoman kerapian umum.

Kontrak berlanjut: 'Perjanjian ini berarti bahwa siswa akan diberikan waktu untuk menumbuhkan poni mereka.

Kontrak model rambut berponi telah dibagikan secara online setelah diberikan kepada orang tua untuk ditandatangani. (dailymail.co.uk)
Kontrak model rambut berponi telah dibagikan secara online setelah diberikan kepada orang tua untuk ditandatangani. (dailymail.co.uk) (wartakotalive.com)

Mereka  tidak diperbolehkan berambut poni lagi selama bersekolah di situ.

Para siswa harus pakai jepit rambut hitam agar tetap rapi.

'Saya setuju untuk mematuhi peraturan dan ketentuan sekolah tanpa syarat.

Menurut pemberitaan dari Coconuts, dalam kontrak tersebut disebutkan jika seorang gadis gagal mematuhi aturan baru, mereka akan diberi tiga peringatan atas gaya rambut berponi sebelum diusir.

Ribuan orang bereaksi keras terhadap kontrak yang tersebar viral di Facebook.

Warga anggap kontrak dari sekolah hanyalah memperbudak gadis-gadis dengan peraturan yang kejam.

Thailand mengamati kebiasaan sosial kuno yang relatif dibandingkan dengan dunia Barat.

Dalam konteks bisnis, misalnya, akan dianggap tidak pantas bagi seorang wanita untuk mengenakan rok di atas lutut. atau rok mini

Selain itu mereka menggangap seorang perempuan harus berpakaian dengan pundak yang tertutup.(*)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul : Viral, Sekolah di Thailand Larang Siswinya Berambut Poni, Orang Tua Harus Tanda Tangan Kontrak

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved