Breaking News:

Info Kesehatan

Ternyata Diet Ketogenik Tak Dianjurkan Dalam Waktu Lama, Ini Penjelasannya

Sebutlah soal menurunkan berat badan, hingga mencegah timbulnya berbagai penyakit seperti diabetes dan jantung, adalah sederet manfaatnya.

Editor: Reza Dwi Wijayanti
(shutterstock)
Ilustrasi diet keto dan puasa 

TRIBUNSOLO.COM -  Dalam beberapa tahun terakhir, diet ketogenik menjadi sangat populer.

Bukan hanya di luar negeri, tapi juga di Indonesa.

Banyak orang mencoba diet ketogenik karena dipercaya bisa memberi banyak manfaat bagi tubuh.

Sebutlah soal menurunkan berat badan, hingga mencegah timbulnya berbagai penyakit seperti diabetes dan jantung, adalah sederet manfaatnya.

Namun, para ahli membuktikan bahwa diet ketogenik tidak sepenuhnya positif.

Hal itu juga dibenarkan oleh Chloe Ong, senior dietitian allied health di Parkway Cancer Centre.

Tips Diet Berdasarkan Umur Seseorang, Mulai Remaja hingga Umur 60-an Tahun

6 Alasan Kalian Tidak Perlu Diet di Tahun Ini Diet Buruk Bagi Kesehatan Mental

"Diet ketogenik mengurangi karbohidrat, tapi memakan banyak lemak dan protein."

"Bisa dibayangkan bila kita mengonsumsi itu dalam waktu lama, lemak jahat akan menutup pembuluh darah," kata Chloe kepada Kompas.com di Shangri-La Hotel Jakarta, Sabtu (18/01/2020).

Chloe Ong, Dietitian Allied Health di Shangri-La Hotel Jakarta, Sabtu (18/01/2020). (KOMPAS.com/ GADING)
Chloe Ong, Dietitian Allied Health di Shangri-La Hotel Jakarta, Sabtu (18/01/2020). (KOMPAS.com/ GADING) ()

 "Hal itu akan mengakibatkan serangan jantung tiba-tiba, atau stroke. Karena yang kita makan hanya lemak. Jadi diet ketogenik tidak disarankan untuk dijalani dalam waktu lama."

Ditambahkan Chloe, waktu ideal untuk menerapkan diet ketogenik tidak dapat ditentukan. "Karena jangka waktunya tergantung dari genetik setiap orang," ujar dia.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved