Kasus TBC di Indonesia

Kasus TBC di Indonesia Tertinggi ke-2, Wamenkes Minta Masyarakat Cek Kesehatan Deteksi Dini TBC

Menurutnya, banyak penderita yang tidak menyadari gejalanya, karena TBC kerap mirip dengan penyakit umum lain. 

Penulis: Tri Widodo | Editor: Rifatun Nadhiroh
Grid Health
Ilustrasi TBC - TBC (tuberkulosis) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan harus segera diobati. Apabila tidak diobati, bakteri TBC dapat menyebar ke bagian tubuh lain dan berpotensi mengancam jiwa pengidapnya. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo 

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam penanganan tuberkulosis (TBC). 

Jumlah penderita TBC di tanah air diperkirakan mencapai 1.060.000 orang.

Banyaknya kasus itu membikin Indonesia sebagai negara dengan kasus TBC terbanyak kedua di dunia setelah India.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Dante Saksono Harbuwono, saat melakukan kunjungan kerja di Puskesmas Teras, Boyolali, Jumat (19/9/2025).

Baca juga: Dulu Raup Setengah Juta Per Hari, Warung-warung Sekitar Sritex Kini Terbengkalai Pasca Pabrik Tutup

"Data terakhir tahun 2022, jumlah penderita TBC di Indonesia adalah 386 kasus per 100.000 penduduk. Target kita turunkan menjadi 65 kasus per 100.000 penduduk,” ungkap Dante.

Menurutnya, banyak penderita yang tidak menyadari gejalanya, karena TBC kerap mirip dengan penyakit umum lain. 

"Badan kurus, batuk lama, atau maag biasa. Namun begitu diperiksa, baru diketahui menderita TBC,” jelasnya.

Untuk itu, pemerintah menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan gratis, terutama menggunakan fasilitas foto rontgen. 

Pemeriksaan difokuskan pada kelompok kontak erat, yaitu keluarga yang tinggal serumah dengan pasien TBC.

"Melalui pemeriksaan gratis ini, kasus aktif yang sebelumnya tidak ditemukan bisa teridentifikasi lebih cepat, sehingga segera dilakukan pengobatan,” ujar Dante.

Baca juga: Hore! Bandara Ahmad Yani Semarang Tambah Rute Penerbangan, Konektivitas Jawa Tengah Kian Terbuka

Kemenkes telah mengajukan anggaran pengadaan alat foto rontgen yang nantinya akan disebar ke 514 kabupaten/kota.

Perangkat tersebut digunakan secara mobile untuk menjangkau masyarakat hingga tingkat kecamatan.

"Kita ingin alat rontgen ini bisa keliling sehingga penderita TBC bisa ditemukan lebih dini dan cepat ditangani,” tegasnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved