Leptospirosis Serang Warga Sukoharjo

Waspada Leptospirosis di Musim Penghujan, Jangan Buang Bangkai Tikus di Jalan

Memasuki musim penghujan, penyakit Lepstospirosis mulai menyerang sejumlah warga di Sukohajo. Waspadalah!

Waspada Leptospirosis di Musim Penghujan, Jangan Buang Bangkai Tikus di Jalan
Snopes
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Memasuki musim penghujan, penyakit Lepstospirosis mulai menyerang sejumlah warga di Sukohajo.

Leptospirosis ini bisa menyerang manusia melalui luka yang terkena urin tikus yang  terinfeksi bakteri leptospira.

"Ini penyakit menular, potensinya karena cuaca lembab karena saat ini memasuki musim penghujan, pascabanjir, dan banyaknya populasi tikus di lingkungan rumah," terang Kepala DKK Sukoharjo, dr Yunia Wahdiyati saat ditemui TribunSolo.com, Selasa (4/2/2020).

Empat Orang di Sukoharjo Positif Leptospirosis, Begini Kondisinya Kini

Selain itu, dengan banyaknya hawa tikus yang menyerang sawah, membuat petani juga berpotensi terserang Leptospirosis.

"Cara pencegahannya adalah, menjaga kebersihan lingkungan dan membasmi tikus serta sarangnya."

"Tapi bangkai tikus jangan dibuang di jalan, nanti menimbulkan masalah baru lagi," imbaunya.

Marak Virus Panleukopenia, Pedagang Pasar Jongke yang Jadi Ibu Puluhan Kucing Akui Sempat Khawatir

Diberitakan sebelumnya, sebanyak empat orang di Kabupaten Sukoharjo dilaporkan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo positif terjangkit Leptospirosis.

Leptospirosis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri berbentuk spiral yang disebut dengan Leptospira interrogans yang terkandung di dalam air kencing, darah, atau jaringan dari hewan pengerat seperti tikus.

Yunia mengatakan, empat kasus tersebut tersebar di empat kecamatan, yaitu Kartasura, Baki, Sukoharjo, dan Gatak.

Apa Itu Virus Distemper yang Sebabkan Puluhan Kucing di Karanganyar Mati? Ini Penjelasannya

"Kemarin yang dirawat ada 4 kasus di Rumah Sakit UNS Solo."

"Saat ini sudah pulang, sudah pulih kembali," kata Yunia.

Yunia mengatakan pihaknya telah melakukan pemantuan surveilans epidemiologi di wilayah tempat tinggal empat orang yang positif Leptospirosis.

Waspada, Virus Distemper Matikan Puluhan Kucing di Karanganyar, Begini Gejala dan Pencegahannya

"Kami sudah melakukan pemantauan di lingungan mereka tinggal, dan hasilnya saat ini sudah terkendali, tidak ada temuan kasus baru di sana," jelasnya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved