Keluarga WNI Terpapar ISIS di Solo

Ibu Simpatisan ISIS Sempat Lapor & Mengiba Polisi Usai Anaknya Dibawa ke Suriah, Ini yang Didapatkan

Orangtua DI yang dibawa kabur suaminya untuk melakukan jihad ke Suriah demi bergabung dengan kelompok teroris ISIS sempat lapor ke polisi.

Ibu Simpatisan ISIS Sempat Lapor & Mengiba Polisi Usai Anaknya Dibawa ke Suriah, Ini yang Didapatkan
TribunSolo.com/Adi Surya
DI dibawa kabur suaminya ke Suriah demi bergabung dengan kelompok teroris ISIS sekira tahun 2014, membuat Warjinem (50) dan Paidin (53) langsung bergegas lapor polisi. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Mengetahui anak kesayangannya, DI dibawa kabur suaminya untuk melakukan jihad ke Suriah demi bergabung dengan kelompok teroris ISIS sekira tahun 2014, membuat Warjinem (50) dan Paidin (53) langsung bergegas lapor. 

Meski hatinya hancur dan seluruh tubuh nyaris lemas mendengar kabar itu, dia memikirkan berbagai cara agar anaknya kembali.

Di antaranya dengan mendatangi kepolisian.

"Setelah anak saya dibawa lari suaminya ke Suriah, saya langsung mengadu ke pihak kepolisian,” tutur Warjinem di daerah Kelurahan Tipes, Kecamatan Serengan, Solo kepada TribunSolo.com, Kamis (6/2/2020).

Ratapan Warjinem, Ibu Simpatisan ISIS pada Jokowi : Pulangkan Anakku Pak, Kita Sama-sama Orang Solo

Sejumlah bukti sudah didapatkan Warjinem dan Paidin, di antaranya foto dan alamat suami DI.

 Bukti itu didapakatkan dari tempat mondok suami DI, tepatnya di sebuah pondok pesantren daerah Sukoharjo.

 “Dapat alamat dari sana, suaminya itu berasal dari Lamongan, begitu juga dengan foto suaminya juga dapat dari sana,” ujar Warjinem.     

 Warjinem dan Paidin dibuat gigit jari setelah melapor ke pihak kepolisian.

 Respon yang didapatkan tidak begitu meredamkan hatinya agar anaknya kembali ke pangkuannya.

Trending di Twitter Penolakan Pemulangan WNI Eks ISIS, Begini Tanggapan Prabowo hingga Jokowi

Anak WNI Eks ISIS Menangis Ingin Pulang ke Indonesia: Saya Melihat Mereka Membantai Orang-orang

 "Respon dari pihak kepolisian kurang menggembirakan, kami hanya memohon bantuan mereka,” kata Warjinem.

 “Saya ini warga negara yang baik mohon dibantu, kami ini korban mohon dibantu pemulangan anak saya, anak saya ingin cepat pulang ke Indonesia,” imbuhnya membeberkan.

 Warjinem dan Paidin memilih berusaha mengikhlaskan anaknya dibawa kabur suaminya ke Suriah.

 Kini, mereka hanya bisa bergantung pada kekuatan doa yang dipanjatkan supaya DI segera pulang dan bertemu keluarganya di Indonesia.

 “Yang bisa kami kerahkan sampai sekarang itu hanya doa, saya selalu sambung dengan doa terus menerus berharap anak saya segera pulang,” ucap Warjinem. (*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved