Ini Dia Sosok Jurnalis Perempuan Pertama di Indonesia, Dirikan Surat Kabar Khusus Perempuan

Ini Dia Sosok Jurnalis Perempuan Pertama di Indonesia, Dirikan Surat Kabar Khusus Perempuan

Tayang:
kompas.com
Ruhana Kuddus, jurnalis perempuan pertama, jadi pahlawan nasional asal Sumbar. Penghargaan untuk Ruhana diserahkan di Istana Negara Jakarta pada Jumat (8/11/2019). (Dok. Wikipedia) 

TRIBUNSOLO.COM - Sosok Perempuan yang menjadi jurnalis pertama di Indonesia adalah Ruhana Kuddus atau yang populer dikenal juga sebagai Rohana Kudus.

Sosoknya memang tidak begitu ramah di telinga masyarakat, namun kiprahnya dalam dunia jurnalistik juga besar.

Surat Kabar khusus perempuan yang didirikan Ruhana Kuddus banyak memuat dan memperjuangkan hak perempuan.

Pada 8 November 2019 lalu, Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada Ruhana Kuddus, berdasarkan keputusan Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Perempuan kelahiran Kabupaten Agam pada 20 Desember 1884 itu pada 1912 ini mendirikan surat kabar pertama khusus perempuan di Sumatera Barat, yaitu Soenting Melajoe.

Video Perjuangan Guru Berjalan Kaki Seberangi Sungai untuk Mengajar, Alissa Wahid: Pahlawan Bangsa

Usai Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional, Jokowi Pimpin Upacara Hari Pahlawan di TMP Cikutra Bandung

Pendirian surat kabar tersebut tidak terlepas dari maraknya kabar kesewenang-wenangan terhadap kaum perempuan yang marak terjadi pada masa itu.

Bahkan, hampir setiap surat kabar yang dibaca Ruhana Kuddus, tidak pernah absen memberitakan kabar tersebut.

Dilansir dari dokumentasi Harian Kompas, Ruhana kemudian mencari cara untuk menyarakan suara kaum perempuan.

Sejumlah pemimpin surat kabar pun ia ajak berkoresponden, salah satunya Soetan Maharadja, yang merupakan pemimpin redaksi Utusan Melayu.

Dalam suratnya, Ruhana Kuddus mengungkapkan keinginannya memperjuangkan nasib perempuan, sehingga membuat Soetan bersimpati.

Keduanya lalu bertemu dan sepakat mendirikan surat kabar khusus perempuan pertama di Sumatera Barat, yaitu Soenting Melajoe yang bermakna "Perempuan Melayu", pada 1912.

Ruhana Kuddus, Jurnalis Perempuan Pertama Indonesia
Ruhana Kuddus, Jurnalis Perempuan Pertama Indonesia(KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo)

Ruhana Kuddus yang masih berkerabat dengan Sjahrir, tokoh pergerakan Indonesia, kemudian jadi pemimpin redaksi.

 Sejarawan Universitas Andalas Padang Gusti Asnan mengungkapkan, kehadiran surat kabar tersebut rupanya cukup ampuh dalam menginspirasi surat kabar perempuan lainnya untuk tumbuh.

"Delapan tahun setelah kelahirannya, terbit pula surat kabar Soeara Perempoean, empat tahun setelah itu lahir pula surat kabar Asjraq," kata Gusti saat dihubungi Kompas.com, pada 7 November lalu.

Di samping terlibat dalam penerbitan Soenting Melajoe, Ruhana Kuddus juga terlibat dalam penerbitan beberapa surat kabar yang lain, antara lain surat kabar Perempoean Bergerak di Medan bersama Siti Satiaman dan Parada Harahap serta surat kabar Radio di Padang.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved