Ada Cairan Menetes di Apartemen, Begitu Diperiksa, Ternyata Darah Mayat Tetangga di Lantai Atas

Ada Cairan Menetes di Apartemen, Begitu Diperiksa, Ternyata Darah Mayat Tetangga di Lantai Atas

Editor: Aji Bramastra
dailymail.co.uk
Darah menetes di apartemen dari mayat 

TRIBUNSOLO.COM - Kisah AJ McCrady, seorang pria yang tinggal di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat, menjadi viral di Twitter.

Dilansir The Daily Mail Senin (10/2/2020), McCrady menceritakan pengalaman menyeramkan yang ia dapati di apartemennya.

Viral Kisah Supir Angkot di Semarang Bawa Bayi saat Bekerja, Begini Komentar Dokter Spesialis Anak

Viral Seorang Wanita Mimisan Gara-gara Hirup Asap Rokok, Begini Penjelasan Dokter

Cerita berawal ketika McCrady, mencium bau tak sedap di apartemennya beberapa hari belakangan.

Setelah itu, ada cairan menetes di dinding kamar mandi apartemennya.

Cairan itu berwarna hitam pekat.

Karena cairan ini begitu mengganggu, McCrady kemudian menghubungi pihak perawatan bangunan dari pengelola apartemen.

McCrady mengatakan, petugas awalnya kebingungan saat melihat cairan itu.

"Tak ada satu pun orang yang tahu cairan apa itu, bahkan setelah mereka mencoba mengambil sampel," kata McCrady.

Petugas pemeliharaan bangunan kemudian memeriksa sumber kebocoran yang ada di atas.

Tak menemukan apa-apa di atas unit apartemen McCrady, petugas kemudian memeriksa unit apartemen yang persis ada di atas McCrady.

Hasil pemeriksaan mengungkap hal yang mengejutkan : darah itu berasal dari mayat yang membusuk.

Petugas menemukan tetangga McCrady yang tinggal di lantai atas, sudah dalam kondisi tewas membusuk.

Setelah polisi turun menyelidiki peristiwa ini, belakangan diketahui bila tetangga McCrady meninggal saat tertidur.

Tak ada yang tahu, hingga mayatnya membusuk selama beberapa hari. 

Cairan yang bocor ke kamar McCrady, diduga merupakan cairan darah dari mayat yang membusuk tersebut.

Juru bicara Kepolisian Minneapolis, John Elder membenarkan peristiwa ini ke sejumlah media lokal.

Menurut John Elder, polisi tak mencurigai kemungkinan adanya kekerasan dalam kematian korban. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved