Harga Masker di Pasaran Indonesia Meroket, Bagaimana Harga Masker di Negara Lain?

Sejumlah media internasional seperti Straits Times melaporkan bahwa harga pelindung hidung dan mulut tersebut bisa melebihi harga satu gram emas.

Editor: Reza Dwi Wijayanti
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Wartawan memakai alat pelindung khusus, seperti sendal karet, baju pengaman khusus, dan masker untuk memasuki laboratorium yang memeriksa sampel media pembawa virus Corona untuk penelitian di Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi Sri Oemijati, Jl. Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2020). Total ada 64 spesimen yang dikirim ke lab Badan Litbangkes, 2 kasus diantaranya masih dalam pemeriksaan, sedangkan 62 lainnya negatif virus corona. 

TRIBUNSOLO.COM -  Harga masker di Indonesia meroket, di mana kenaikannya bisa menyentuh level 10 kali lipat di tengah wabah virus corona.

Sejumlah media internasional seperti Straits Times melaporkan bahwa harga pelindung hidung dan mulut tersebut bisa melebihi harga satu gram emas.

Di tengah melonjaknya harga masker di tengah virus corona, terbersit pertanyaan bagaimana harga masker di negara lain.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut merupakan cara pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun penjual di negara lain, untuk menjaga kestabilan harga.

1. Hong Kong 

Dilansir South China Morning Post, Sebanyak 10 ribu orang rela mengantre di depan pabrik industri besar di Kowloon untuk mendapatkan masker pelindung wajah.

Masker ini dijanjikan oleh industri tersebut sebanyak ribuan kotak setelah ketersediaannya di toko resmi merosot.

Setiap kotak berisi 50 lembar masker masih dihargai sebesar 80 dollar Hong Kong atau setara dengan Rp 140 ribu. Separuh harga dari satu kotak masker di Indonesia yang sudah meroket harganya.

Masker tersebut dikirim dari Dubai, sebuah perusahaan yang tidak memiliki sertifikasi kesehatan karena waktu yang diperlukan cukup singkat.

14 Pekerja Asal China Datang ke Bekasi, Langsung Dikarantina untuk Deteksi Virus Corona

Update Virus Corona 13 Februari 2020: Jumlah Korban Meninggal Mencapai 1.118, 45.222 Terinfeksi

Manajer Proyek Luck Well selaku pihak penjual, Jerry Law, menuturkan bahwa pihaknya bisa menjual dengan harga yang lebih tinggi.

Atau kalau pun dijual ke pihak pengecer, mereka juga tetap akan meraup untung karena harganya bisa meningkat beberapa kali lipat.

"Kami tidak akan mengambil untung dari penjualan masker ini. Harganya saja sebenarnya sudah hampir menyentuh ongkos mendatangkannya," papar Law.

2. Thailand

Pemerintah Thailand menyatakan, mereka memerintahkan agar masker maupun sanitizer berbasis alkohol masuk dalam daftar harga nasional.

Diberitakan Bangkok Post, Menteri Perdagangan Jurin Laksanawisit mengatakan kebijakan tersebut masuk ke dalam upaya menangkal virus corona.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved