Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Penyiar Radio Dihajar Mantan Pacar

Curhat Penyiar Radio di Solo yang Dihajar Pacar karena Tagih Utang : Baru Jalan 3 Bulan Sudah Kasar

Curhat Penyiar Radio di Solo yang Dihajar Pacar karena Tagih Utang : Baru Jalan 3 Bulan Sudah Kasar

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Aji Bramastra
montase : TribunSolo/Istimewa, freepik.com
Ilustrasi kekerasan pada wanita : (kiri) rekaman percakapan whatsapp antara YP dan AM 

AM terkadang tidak percaya bila YP menunaikan kewajibannya menyelesaikan skripsi.

“Ke kampus itu apa cuma ke perpustakaan, ketika selesai masih bisa nongkrong dulu sebentar di taman buat menyegarkan pikiran, tapi dipikirannya itu, pamitan ke kampus malah ke taman, mungkin karena dia tidak pernah merasakan bagaimana kehidupan kampus,” ujar YP.

“Mungkin pikirannya kalau orang kuliah itu datang ke kelas, duduk terus mendengarkan penjelasan dosen, lalu istirahat ke kantin, ya, dipikirannya mungkin kuliah itu kayak di SMA,” imbuhnya.

YP mengatakan dosen pembimbing skripsinya bahkan sampai tahu perlakuan yang diterimanya itu.

“Dosenku tau itu sampai bilang anak didikku saja mau lulus kok diangel-angel (dipersulit), sini suruh ketemu sama saya, mau menyelesaika skripsi kok tidak boleh,” kata YP.

“Padahal kalau di depan orang lain AM itu sering bilang begini, iya ini kakak tidak selesai-selesai kuliahnya, tidak tahu dia mau jadi apa, padahal aku itu mau menyelesaikanya cepat-cepat tapi tidak boleh sama dia,” tambahnya.

Dipukuli

Sebelumnya, AM, terancam kasus pidana, setelah dilaporkan pacarnya, YP (24), atas tindakan penganiayaan.

YP, yang bekerja sebagai seorang penyiar radio, menceritakan kisahnya ini kepada TribunSolo.com.

Penganiayaan tersebut terjadi di kos AM yang berada di daerah Sanggrahan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo sekira bulan  November 2019.

YP mulai menceritakan, AM pernah utang kepadanya uang sebesar Rp 10 juta pada Oktober 2019.

“AM sempat meminta uang cash sebesar Rp 10 juta ke saya malam-malam, dia bahkan datang sendiri ke rumah saya, lalu ambil rekening saya untuk dia transfer ke rekening dia, dan sempat kasih lehat ke aku kalau uangnya sudah ditransfer,” terang YP kepada TribunSolo.com, Kamis (20/2/2020).

“Setelah ditransfer, saya sempat juga bilang ke salah seorang teman saya, ini terakhir kali aku meminjamkan uang sebesar Rp 10 juta ke dia, setelah ini apabila tidak ada etikat baik, sudah selesai,” imbuhnya membeberkan.

Sebelum meminta uang tersebut, AM juga pernah meminta uang sebesar Rp 2 juta yang digunakannya untuk membelikan ponsel untuk ibunya, celana, dan kemeja, dan sepatu.

YP mengatakan AM sempat memblokir nomor Whatsapp-nya beberapa hari sebelum kejadian penganiayaan terjadi.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved