Obat Antimalaria Dinilai Efektif Atasi Virus Corona, Waktu Pemulihan Lebih Cepat

Chloroquine Phosphate atau lebih familiar dengan obat antimalaria, dinilai efektif untuk mengatasi virus corona.

AFP/Hector Retamal
Petugas medis mengenakan pakaian pelindung untuk melindungi dari virus Corona saat melintas di samping pasien di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China pada 23 Januari 2020 

TRIBUNSOLO.COM - Chloroquine Phosphate atau lebih familiar dengan obat antimalaria, dinilai efektif untuk mengatasi virus corona.

Obat tersebut memberikan efek waktu pemulihan yang lebih cepat dari biasanya.

Bisa Menjaga Kesehatan Jantung, Simak 5 Manfaat Wortel untuk Tubuh yang Jarang Diketahui

Hingga saat ini, wabah virus corona dilaporkan terus meningkat.

Mengutip dari perhitungan real time di situs thewuhanvirus.com, Jumat (21/2/2020) siang, total orang yang terinfeksi sebanyak 76.242 jiwa.

Sebanyak 2.124 orang dilaporkan meninggal dunia.

Meski kasus infeksi dilaporkan terus meningkat, pasien sembuh juga bertambah, kini 14.558.

Muncul sejak akhir tahun 2019, ahli terus mencari obat dari virus yang diduga berasal dari kelelawar dan ular tersebut.

Hingga pada Senin (17/2/2020), para ahli China mengonfirmasi adanya obat yang dinilai efektif untuk mengatasi virus corona.

 

Berdasarkan hasil uji klinis, para ahli menyebut, Chloroguine Phosphate atau obat antimalaria memiliki efek kuratif tertentu pada penyakit virus corona.

Wakil Kepala Pusat Nasional Pengembangan Bioteknologi di bawah Kementerian Sains dan Teknologi, Sun Yanrong menjelaskan, para ahli telah sepakat menyarankan pemberian obat Chloroquien Phospate untuk pedoman pengobatan.

Obat tersebut akan diterapkan dalam uji klinis yang lebih luas sesegera mungkin.

Mengutip dari Xinhua, Chloroquien Phospate telah digunakan selama lebih dari 70 tahun.

Sun menjelaskan, obat tersebut dipilih dari puluhan ribu obat setelah melalui berbagai pemeriksaan.

Seorang paramedis laboratorium menguji sampel virus di Laboratorium Hengyang, Provinsi Henan pusat Kota Cina. Rabu (19/02/2020). Data terakhir tercatat korban tewas akibat epidemi virus coronavirus COVID-19 melonjak menjadi 2.112 dan pada Kamis (20/02/2020) ada 108 orang lagi meninggal di Provinsi Hubei, Kota pusat penyebaran yang paling parah dari wabah Corona tersebut. (STR/AFP)/China OUT
Seorang paramedis laboratorium menguji sampel virus di Laboratorium Hengyang, Provinsi Henan pusat Kota Cina. Rabu (19/02/2020). Data terakhir tercatat korban tewas akibat epidemi virus coronavirus COVID-19 melonjak menjadi 2.112 dan pada Kamis (20/02/2020) ada 108 orang lagi meninggal di Provinsi Hubei, Kota pusat penyebaran yang paling parah dari wabah Corona tersebut. (STR/AFP)/China OUT (AFP/STR)

Bisa Meringankan Sariawan, Inilah 4 Manfaat Air Garam untuk Kesehatan

Lebih lanjut, Sun mengatakan, Chloroquien Phospate telah dalam uji klinis di lebih dari 10 rumah sakit di Beijing, Provinsi Guangdong China Selatan, serta Provinsi Hunan di China Tengah.

Hasil uji klinis menunjukkan kemanjuran yang cukup baik.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved