IAIN Surakarta akan Berubah Jadi UIN Raden Mas Said, Ini Makna dan Perbedaannya
IAIN Surakarta akan Ganti Nama Jadi UIN Raden Mas Said, Ini Alasan Pemilihan Namanya
Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Aji Bramastra
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta bakal berubah menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Surakarta.
Nama penguasa Pura Mangkunegara pertama, Raden Mas Said dipilih untuk dijadikan nama institut yang berada di Kecamatan Kartasura itu.
• Kisah Haru dari Solo, Orangtua Mahasiswa IAIN Surakarta Gantikan Anaknya yang Meninggal untuk Wisuda
• Kisah Sukses Rektor IAIN Solo: Anak Petani Yatim Piatu Jadi Guru Besar di IAIN Solo
Rektor IAIN Surakarta, Prof Mudofir menyampaikan proses transformasi sampai saat ini terus berlangsung.
"Prosesnya sedang berlangsung, insyaAllah hasilnya positif dan paling lambat keluar 2021," ujar Mudofir kepada TribunSolo.com, Senin (24/2/2020).
"Nama UIN Raden Mas Said Surakarta sudah disiapkan," imbuhnya membeberkan.
Transformasi tersebut membuat IAIN Surakarta bisa membuka sejumlah program studi umum kedepannya.
"Kami bisa membuka program studi yang berkaitan dengan sains dan teknologi, psikologi, dan ilmu lingkungan," jelas Mudofir.
"Jadi tidak sebatas ilmu sosial dan ilmu agama," tambahnya.
Mudofir meyakini transformasi yang dilakukan membuat IAIN Surakarta bisa semakin berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul.
"Kami akan semakin berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul untuk bangsa ini," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/fakultas-syariah-iain-surakarta_20160330_084055.jpg)