Info Kesehatan
Mitos atau Fakta, Hamil Bisa Menular Antar Teman? Simak Penjelasannya
Kadang, para wanita hearts Satu Lingkaran pertemanan Yang sama can hamil Beroperasi bersamaan. Atau lebih, jarak usia dari satu dan yang lain tidak.
TRIBUNSOLO.COM - Kadang, para wanita hearts Satu Lingkaran pertemanan Yang sama can hamil Beroperasi bersamaan. Atau lebih, jarak usia dari satu dan yang lain tidak terlalu jauh.
Entah mitos hamil atau tidak, tapi ada kesimpulan yang cukup unik: hamil itu menular !
Ternyata keheranan ini bukan hanya terlintas di benak segelintir orang saja, karena para peneliti dari American Sociological Review mengulasnya dalam jurnal “Apakah Perilaku Fertilitas Menyebar di Antara Teman?” pada tahun 2014 lalu.
Sama, yaitu membahas tentang sosial perempuan dewasa yang melahirkan anak pertama di usia 25 tahun.
Dari investigasi yang dilakukan, terbukti terbukti menular bukan pertimbangan hamil, tetapi benar-benar bisa terjadi.
Memang ada banyak sekali mitos hamil yang berkembang dan setiap orang bisa jadi punya persepsi yang berbeda antara satu dan yang lain.
• Viral Video Perawat Hamil Rawat Pasien Corona, Warga China: Wanita Hamil Tak Seharusnya Bertugas
• Pelaku Hubungan Gelap yang Lahirkan Bayi di Kos Akui Tak Pernah Periksa Kehamilan Selama Mengandung
Tentang urusan itu tentang hamil itu pasti, tentu saja tidak terbukti sesuai dengan aspek medisnya.
Namun demikian, akan berbeda untuk berbicara tentang aspek psikologis. Siapa yang tahu pertemanan tidak bisa memengaruhi seseorang untuk ikut hamil dan siap menjadi anggota? Tentu bisa.
Analoginya seperti ini.
Mungkin saja di sebuah lingkaran pertemanan yang sama-sama telah menikah, konsep hamil atau memiliki anak belum terlewati karena banyak pertimbangan lain.
Namun, ada satu atau lebih di antara mereka yang hamil, melahirkan, sampai akhirnya menjadi ibu, hal itu bisa memengaruhi keputusan mereka yang belum.
Mereka yang tadinya tidak yakin, menjadi yakin. Mereka yang tadinya ragu, menjadi semakin mantap.
Terlebih, kehamilan pertama juga memberikan beragam kebugaran. Pertama, jelas urusan finansial. Pengeluaran akan jauh lebih banyak dibandingkan dengan saat belum hamil.
Kedua dan yang paling penting dalam pembicaraannya dengan "hamil menular" adalah pengaruh sosial. Gaya hidup, pertemanan, hingga karir seseorang tak akan lagi sama seperti sebelumnya.
Ibaratnya kompilasi menjadi usang, mereka tak bisa lagi leluasa tonton konser jadi larut malam. Karir pun kadang menjadi prioritas kesekian kompilasi ada urusan yang lebih penting terkait anak. Pertemanan ? Kadang-kadang untuk disetujui, partisipasi saja menjadi langka.
Jelas, ada banyak pengaruh atau biaya sosial yang harus dikorbankan. Nah, kompilasi seseorang menghadapinya bersama-sama, akan muncul rasa "senasib dan sepenanggungan".
Hal yang semula menjadi beban bisa saja mereka tertawakan bersama atau terasa lebih ringan karena ada tempat berbagi.
Artinya, norma sosial adalah bagian dari dinamika pengaruh sosial.
Lingkaran pertemanan dan pengaruhnya
Berbeda dengan kedekatan seseorang dengan saudara kandung atau sepupu yang sudah tergaris sejak lahir, kedekatan antara perempuan dengan teman atau kelompok terdekatnya adalah hal yang sukarela.
Ada kesadaran penuh di situ. Terkait, kompilasi seorang wanita dekat dengan teman sesama jenis, itu karena ada kecocokan sifat dan hubungan. Dari sinilah konsensus sosial dapat dibentuk dengan mudah.
Menariknya, hal ini juga berlaku untuk urusan kehamilan. Ketika seorang wanita hamil, melahirkan, sampai menerima untuk pertama kalinya, ada banyak hal yang akan dibagikan dengan teman-teman.
Tak perlu informasi tentang proses kehamilan, tetapi juga soal apa yang mereka rasakan. Pada saat ini, ada yang membuat teman bisa melakukan yang sama.
Ada 3 perubahan 'penularan' perilaku ini, yaitu:
Pengaruh sosial
Konsensus dalam satu lingkaran yang dapat dipertanyakan terhadap hubungan mereka yang termasuk di dalamnya.
Seorang perempuan tidak ingin mendapat “belakang” kompilasi teman-teman lainnya telah mengemban peran baru sebagai seorang ibu.
Pembelajaran sosial
Ketika seseorang belajar dari seseorang, termasuk dalam perundingan yang mempertanyakan peran baru sebagai ibu atau ibu.
Berbagi biaya
Ada keuntungan finansial yang dapat dibagi atau dikoordinasikan dalam urusan penanganan anak atau kegiatan-kegiatan yang menyangkut hal tersebut.
Mengulik penelitian satu percobaan
Penelitian yang semakin memecahkan mitos hamil itu dilakukan terhadap 1,720 perempuan yang berpartisipasi dalam Studi Longitudinal Nasional Kesehatan Remaja (ADD Health) di Amerika Serikat.
Tidak tanggung-tanggung, penelitian ini dilakukan selama satu dekade sejak pertengahan tahun 1990an hingga pertengahan tahun 2000. Usia penelitian awal 15 tahun hingga 10 tahun kemudian kompilasi 25 tahun.
Selama wawancara, mereka mengulas 10 lingkaran pertemanan. Fokus utama penelitian adalah pertemanan di masa SMA.
Menarik, meminta seseorang untuk hamil naik dengan signifikan Meskipun hal ini akan terus dirasakan hingga 2 tahun lamanya.
• Wanita 19 Tahun di Karanganyar Lahirkan Sendiri Bayinya di Kos setelah 9 Bulan Sembunyikan Kehamilan
• Hamil 38 Minggu, Tantri Kotak Ceritakan Pengalaman dan Persiapannya Menanti Kelahiran Anak Kedua
Berpengaruh terhadap jumlah anak
Lebih jauh lagi, bukan hanya tentang keputusan hamil atau tidak. Selain jumlah anak juga bisa menentukan lingkaran pertemanan.
Berbeda satu dan lain-lain, interaksi sosial setiap lingkaran pertemanan dapat saja dipertentangkan terhadap keputusan memiliki anak banyak atau tidak.
Mereka bisa saja memiliki argumen tentang keuntungan memiliki anak banyak, atau sebaliknya memiliki alasan mengapa perlu memiliki anak lebih dari satu.
Kemudian, seperti yang disetujui di artikel awal, hal ini hanya disetujui dalam lingkaran pertemanan. Akan berbeda urusan kompilasi lebih dulu dengan hubungan saudara.
Dalam masyarakat yang semakin mementingkan individualisme di era saat ini, kadang-kadang teman memegang posisi yang lebih penting dibandingkan dengan saudara atau anggota keluarga lainnya. Keputusan yang diambil pun bisa lebih penting.
Jadi, masih percaya bahwa kehamilan menular adalah mitos hamil?
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mitos Hamil Menular, Benarkah Demikian?"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ilustrasi-hamil.jpg)