Breaking News:

Kisah Sukses Perjuangan Mudofir,Anak Petani Desa yang Berhasil Jadi Profesor & Rektor IAIN Surakarta

Perjuangan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, Prof Mudofir Abdullah yang selama ini merengkuh karirnya di dunia pendidikan.

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Asep Abdullah Rowi
Tribun-Video.com/Radifan Setiawan
Rektor IAIN Surakarta Prof Mudofir saat acara Tamu Kita di gedung Tribunnews Solo, Jalan Adi Soemarmo, Kecamatan Klodran, Karanganyar, Senin (25/2/2020). 

"Saya memperoleh pendidikan dari madrasah kemudian masuk SD biasa dan di situlah saya mulai belajar tentang kehidupan yang berat dan susah," tutur Mudofir.

"Masa kecil saya cukup bahagia karena tidak membuat perbandingan-perbandingan, meski susah itulah barangkali takdir yang harus dijalani," tambahnya.

Tak hanya itu, Mudofir muda hanya bisa membayangkan gambaran kehidupan kota masa lewat siaran TVRI.

"Jadi TVRI merupakan jendela kehidupan kota, baik lewat film maupun program Aneka Ria Safari, itu menghibur dan menghipnotis saya untuk membayangkan di dunia lain waktu itu," ucap Mudofir.

"Tidak bisa membayangkan dunia luar yang penuh dengan kualitas hidup yang baik dan fasilitas serba sempurna," imbuhnya.

Kisah Wiyata Dandim 0735/Surakarta, 15 Tahun Ditempa di Kopassus Kini Jaga Kampung Halaman Jokowi

Titik Perjuangan di Jogja

Kota Yogyakarta menjadi tempat Mudofir muda menemukan titik balik pertama dalam hidupnya.

Ya, Mudofir mendapat kesempatan beasiswa untuk bersekolah di Madrasah Aliyah Program Khusus (MAN-PK) yang didirikan Menteri Agama era Presiden Soeharto, Munawir Sjadzali.

Adapun, sekolah tersebut hanya ada lima di Indonesia pada waktu itu dan satu di antaranya ada di Yogyakarta.

"Setelah menempuh pendidikan di MTS, ada program MAN-PK yang mencetak intelektual dan ulama," kata Mudofir.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved