Pilkada Solo 2020

Hanya Bertemu Gibran, Risma Tak Sempat Temui Purnomo - Teguh Prakosa saat ke Solo, Ini Alasannya

Tri Rismaharini belum sempat bertemu dengan pasangan bakal calon Achmad Purnomo - Teguh Prakosa saat berkunjung ke Solo.

TRIBUNSOLO.COM/ADI SURYA SAMODRA
Pasangan calon Achmad Purnomo-Teguh Prakosa menghadiri 'Deklarasi Dukung Purnomo-Teguh Keluarga Besar Bolo Juang & B_TP Laweyan' di Suronalan RT 06 RW 08, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Solo, Rabu (8/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Ketua DPP Bidang Kebudayaan PDI Perjuangan (PDIP) Tri Rismaharini belum sempat bertemu dengan pasangan bakal calon Achmad Purnomo - Teguh Prakosa saat berkunjung ke Solo.

Risma baru sempat bertemu dengan Gibran Rakabuming Raka secara empat mata di Rumah Makan Pecel Solo, Kelurahan Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari, Solo, Rabu (4/3/2020).

Itupun dilakukannya setelah menjadi narasumber sebuah acara di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

Pasangan Hero Gagal Berlaga di Pilkada Solo 2020, Tak Jadi Lawan Gibran Anak Presiden atau Purnomo?

"Belum sempat ketemu tadi," tutur Risma.

Wali Kota Surabaya itu pun menceritakan awal dirinya bisa melangsungkan pertemuan dengan Gibran.

"Saya dapat kabar Mas Gibran kepingin ketemu saya hari ini, kebetulan saya di Solo, saya bertemu dengan Mas Gibran," terang dia.

Resmi Serahkan Berkas Calon Independen ke KPU Solo, Abah Ali - Gus Amak Tantang Gibran atau Purnomo

Saat bertemu, Risma menjelaskan program-program yang telah diterapkannya selama memimpin Surabaya.

"Tadi tanya bagaimana program-program saya di Surabaya, masalah bagaimana meningkatkan perekonomian warga," jelas Risma.

Hasil Survei 23,7 Persen Publik Belum Terima Gibran karena Dinasti Politik, Purnomo : Silahkan Saja

"Jadi Mas Gibran fokus kesejahteraan warga, tertariknya tadi di situ," imbuhnya membeberkan.

Risma bahkan menjabarkan cara memberdayakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan program urban farming.

"Tadi juga soal apa yang sudah saya lakukan di Surabaya, misalkan pemberdayaan UMKM, pemberdayaan anak muda, pemberdayaan petani, dan pemberdayaan toko-toko klontong," tutur dia.

"Terus juga soal program urban farming," tandasnya. (*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved