Kades Gadaikan Tanah Desa di Boyolali

Tanah Kas Desa Randusari Boyolali Disertifikatkan Atas Nama Kades, Buat Utang Bank Rp1,4 Miliar

Mencuatnya dugaan penyerobotan aset milik desa itu terjadi setelah tanah itu akan dilelang oleh Bank milik pemerintah daerah.

|
Penulis: Tri Widodo | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM/TRI WIDODO
KADES GADAIKAN SERTIFIKAT - Kantor Desa Randusari, Kecamatan Teras, Boyolali, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Dugaan penyerobotan tanah kas desa (TKD) dilakukan kepala Desa Randusari, Satu Budiyono. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo 

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI- Dugaan penyerobotan tanah kas desa (TKD) dilakukan kepala Desa Randusari, Boyolali, Jawa Tengah, Satu Budiyono.

Mencuatnya dugaan penyerobotan aset milik desa itu terjadi setelah tanah itu akan dilelang oleh Bank milik pemerintah daerah.

Informasi yang diterima TribunSolo.com, sekitar tahun 1980an, salah satu yayasan  membangun sekolah swasta di pinggir jalan Semarang - Solo.

Baca juga: Mengintip Gerabah Khusus Pesanan Keraton Solo di Bentangan Klaten, Pakai Bahan Spesial Tanah Jawa

Lahan yang digunakan untuk sekolah itu merupakan tanah kas milik Desa Randusari.

Selanjutnya, yayasan menyediakan tanah pengganti untuk tukar guling.

Ada 4 bidang tanah yang dijadikan tanah pengganti.

Hanya saja saat itu, tanah pengganti itu tak langsung disertifikatkan atas nama pemerintah desa.

Pemerintah desa baru mencatat tanah pengganti itu sebagai bondo deso (aset desa).

Baca juga: Sopir Bank di Wonogiri yang Bawa Kabur Rp 10 Miliar Masih Diburu, Pimpinan Bank Belum Bisa Ditemui

Nah, ketika Satu Budiyono menjadi kepala desa, salah satu bidang tanah itu disertifikatkan atas namanya.

Hal ini disebut-sebut tidak diketahui oleh warga desa.

"Saya juga kaget. Saya pikir tanah itu sudah atas nama desa. Tapi ternyata malah atas nama kades," kata salah satu warga setempat yang tak ingin disebut namanya.

Dia mengaku baru tahu jika tanah kas desa itu atas nama Satu Budiyono.

Hal itu diketahui setelah adanya informasi tanah yang ada di sebelah timur pabrik itu akan dilelang.

Baca juga: Asal-usul Sebutan Jalan Ciu Sukoharjo, Dipopulerkan Sopir dan Kenek, Dulu Ada Pedagang Ciu Pikul

"Informasi sudah menyebar di masyarakat desa," tambahnya.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved