5 Bahaya Kesehatan Saat Harus Kerja di Rumah karena Corona Beserta Cara Mengatasinya

Persebaran virus corona di Indonesia berdampak langsung pada pekerjaan seseorang.

(DragonImages)
Ilustrasi bekerja di rumah 

TRIBUNSOLO.COM - Persebaran virus corona di Indonesia berdampak langsung pada pekerjaan seseorang.

Paalnya kini banyak perusahan di Indonesia telah mulai memberlakukan sistem bekerja jakar jauh (remote) seiring dengan penetapan status wabah virus Corona sebagai bencana nasional oleh pemerintah.

Update Kasus Corona Senin 16 Maret 2020: 158 Negara Terdampak, 77 Ribu Lebih Pasien Sembuh

Dengan demikian, karyawan akhirnya kini melakukan setiap pekerjaannya hanya di rumah.

Menyikapi hal tersebut, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dr. Michael Triangto, Sp.KO, menganjurkan kepada para pekerja tersebut untuk tetap memerhatikan aktivitas fisik mereka.

Dokter pemilik Slim + Health Sports Therapy di Kebon Jeruk, Jakarta Barat tersebut mengungkapkan ada sejumlah bahaya kesehatan yang mengintai jika para pekerja tak lagi melakukan aktivitas fisik dengan beban atau intensitas seperti sebelumnya, saat harus bekerja di kantor atau luar rumah.

Berikut beberapa di antaranya:

1. Otot kisut atau mengecil

dr. Michael menjelaskan otot yang lama tak digunakan bisa saja berubah kisut. Kondisi ini biasanya memang tidak akan menimbulkan masalah kesehatan yang berarti.

Namun, setiap orang patut waspada apabila penyusutan otot mulai menganggu pergerakan tubuh dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Ini Tips Membersihkan Ponsel Ala Petinggi Xiaomi Agar Terhindar dari Virus Corona

2. Mudah sakit

Dia mengatakan, lama tak olahraga atau tak melakukan aktivitas fisik juga bisa membuat seseorang lebih rentan terkena serangan penyakit.

“Karena harus bekerja di rumah, seseorang sangat mungkin mengurangi aktivitas fisiknya sehingga lebih mudah sakit,” jelas dr. Michael saat diwawancara Kompas.com, Senin (16/3/2020).

Menurut dia, melakukan olahraga atau aktivitas fisik dapat membuat tubuh sehat sehingga imunitas atau daya tahan tubuh juga bisa meningkat.

“Bukan hanya soal imunitas yang melemah, aktivitas yang berkurang bisa juga memicu penyakit karena penumpukan lemak,” terang dr. Michael.

3. Tubuh pegal hingga lemas

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved