Pasien Corona Asal Wonogiri Meninggal

Ternyata Tidak Hanya Satu Pasien Corona Asal Wonogiri yang Dirawat di RSUD Dr Moewardi Solo

ernyata tidak hanya satu pasien saja dari Kabupaten Wonogiri yang dirawat di RSUD Dr Moewardi Solo.

Ternyata Tidak Hanya Satu Pasien Corona Asal Wonogiri yang Dirawat di RSUD Dr Moewardi Solo
TribunSolo.com/Ryantono Puji
Ilustrasi : Ruang isolasi jika ada pasien virus corona di RSUD dr Moewardi Solo, Senin (27/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Ternyata tidak hanya satu pasien saja dari Kabupaten Wonogiri yang dirawat di RSUD Dr Moewardi Solo.

Hal ini terungkap dari Bupati Wonogiri, Joko Sutopo saat dimintai konfirmasi soal meninggal dunianya pasien berjenis kelamin perempuan berumur 49 tahun yang merupakan warganya pada Rabu (18/3/2020).

Menurut Jekek sapaan akrab Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, sebelumnya ada dua pasien asal Wonogiri yang dirawat di ruang isolasi RSUD Moewardi Solo.

Warga Wonogiri Positif Corona Akhirnya Meninggal, Pemkab Akan Tracking Siapa Saja yang Pernah Kontak

Saat ini, ada tiga Pasien Dalam Pemantauan (PDP) yang dirawat di RSUD Dr Moewardi Solo dan RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri.

"Pasien PDP ada empat orang," ungkapnya saat kepada TribunSolo.com, Rabu (18/3/2020).

KRONOLOGI Meninggalnya Pasien Positif Corona Asal Wonogiri yang Dirawat di RSUD Dr Moewardi Solo

"Satu dinyatakan sembuh, dua dirawat di RSUD, dan satu lagi masih di RS Moewardi," aku dia.

Sementara Orang Dalam Pengawasan (ODP) di Kabupaten Wonogiri ada tiga orang.

"Yang ODP ada 3 orang, saat ini dalam karantina mandiri," imbuhnya.

Bupati Wonogiri Jekek Benarkan Pasien Corona yang Meninggal di RSUD Dr Moewardi Solo Adalah Warganya

Jekek menuturkan, dengan data tersebut, Pemkab Wonogiri akan melakukan langkah strategis dalam mencegah penyebaran Virus Corona.

Pemkab Wonogiri akan bertanggung jawab penuh jika ada pasien suspect Corona.

"Dengan kondisi ini, kami akan melakukan langkah-langkah pencegahan sesuai SOP yang telah ditetapkan," jelasnya.

"Pemerintah bertangggung dengan seluruh SDM yang ada dan insfratruktur yang dimiliki untuk mengambil langkah-langkah antisipasi," pungkasnya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved