Solo KLB Corona

Daerah Luar Solo dan Sukoharjo Tak Buru-buru Ditetapkan KLB Corona, Begini Penjelasan Pengamat

Pengamat menyebut daerah di luar Kota Solo dan Sukoharjo belum bisa ditetapkan KLB Corona bukan karena tanpa alasan.

Daerah Luar Solo dan Sukoharjo Tak Buru-buru Ditetapkan KLB Corona, Begini Penjelasan Pengamat
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Kondisi arus lalu lintas di Jalan Slamet Riyadi tampak sepi setelah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) Virus Corono, Minggu (15/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Dekan Fakultas Kedokteran UNS Solo, Dr Reviono, dr, SpP (K), menyebut daerah di luar Kota Solo dan Sukoharjo belum bisa ditetapkan KLB Corona karena sebuah alasan.

Saat ditanya mengenai perlukah daerah sekitar Sukoharjo seperti Wonogiri maupun Karanganyar untuk ikut menetapkan status KLB, ia menjelaskan penetapan Status KLB harus ada korban meninggal akibat wabah Corona.

"Kalau dari definisinya harus ada korban," ungkap Revi, Senin (23/3/2020).

Buat e-KTP, KK hingga Akta Kelahiran di Klaten Tak Lagi Tatap Muka, Disdukcapil akan Layani Online

Ia menjelaskan jika belum ada korban di daerah luar Sukoharjo, maka belum tepat untuk ditetapkan status KLB.

"Ya kalau belum ada kok saya belum tepat jika ditetapkan KLB," ungkapnya.

"Itukan terminologi kedinasan," tegasnya.

Revi juga menuturkan bahwa jika sudah ada korban terkait wabah Corona seperti di Kabupaten Sukoharjo ini, status KLB harus segera untuk ditetapkan.

Jumlah ODP Tembus 2.795 Orang, Pemkot Solo Minta Warga Tak Sebar Hoaks dan Tak Keluyuran

"Jadi kalau ada korban yang meninggal 2 kali lipat itu ya harus KLB seperti di Sukoharjo ini,"

"Harus segera saya rasa," tegasnya Revi. (*)

Penulis: Ilham Oktafian
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved