Mendikbud Hapus UN karena Corona

Begini Tanggapan Bimbel di Klaten Soal Pemerintah Tiadakan UN 2020 Karena Wabah Corona 

Jasa bimbingan belajar (Bimbel) di Kabupaten Klaten mendukung keputusan pemerintah meniadakan ujian nasional (UN)

Begini Tanggapan Bimbel di Klaten Soal Pemerintah Tiadakan UN 2020 Karena Wabah Corona 
TribunSolo.com
Kondisi kantor Neutron Yogyakarta Cabang Klaten 1 Jalan Merbabu 48, Pondok, Klaten Tengah, Klaten, Selasa (24/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Jasa bimbingan belajar (Bimbel) di Kabupaten Klaten mendukung keputusan pemerintah meniadakan ujian nasional (UN) untuk tahun 2020 sebagai langkah pencegahan penyebaran virus Corona.

Neutron Yogyakarta Cabang Klaten menjadi satu diantara banyak bimbel yang mendukung keputusan peniadaan UN 2020.

Kepala Cabang Neutron Yogyakarta Cabang Klaten 1, Wahyu Candra Kusuma (34) mengatakan pihaknya mengapresiasi keputusan yang diambil pemerintah di tengah mewabahnya virus bernama ilmiah SARS-Cov-2 itu.

"Dari kacamata pendidikan ini merupakan perubahan yang tiba-tiba, tetapi jika dilihat kondisi yang terjadi saat ini, kami mengapresiasi langkah Menteri Pendidikan meniadakan UN, di tahun ini" ungkap Candra kepada TribunSolo.com, Selasa (24/3/2020).

Menkeu Pastikan Biaya Perawatan Pasien Positif Corona 100 Persen Ditanggung Pemerintah

Dokter Handoko Gunawan Negatif Corona, Fotonya Pulang Sendiri Naik Taksi Viral di Media Sosial

Candra menilai keputusan peniadaan UN 2020 sebagai upaya pemerintah pusat, termasuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam melindungi anak-anak dari penyakit COVID-19.

"Itu juga bagian dari upaya Kemendikbud untuk mencegah persebaran Covid-19 ke anak-anak," ujar Candra.

Candra menyatakan pihaknya siap untuk mengikuti kebijakan yang ditetapkan pemerintah saat ini.

"Kami siap, apapun keputusannya," kata Candra.

"Kami siap lakukan pembelajaran kepada anak didik kami dengan kondisi apapun," imbuhnya menekankan.

Candra mengatakan pihaknya tak hanya mengutamakan pendidikan para anak didiknya, namun juga pembentukan mental mereka.

"Selain mengajarkan pendidikan untuk UN, kami berusaha membentuk mental anak didik kami menjadi kuat, jika mental anak didik kami kuat, mereka juga bisa siap menghadapi apapun yang mereka alami," ucap dia.

"Walaupun UN 2020 ditiadakan, bukan berarti kami lepas tanggung jawab," tandasnya. (*) 

Penulis: Mardon Widiyanto
Editor: Adi Surya Samodra
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved