Breaking News:

Ibunda Jokowi Meninggal Dunia

Bendera Lelayu dari Kertas Merah & Makam di Desa,Ini 5 Kesederhanaan Pemakaman Ibunda Jokowi di Solo

Berikut ini 5 kesederhanaan dalam prosesi pemakaman ibunda Jokowi di Solo dan Karanganyar :

Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Dok Agus Suparto Fotografer Pribadi Jokowi
Presiden Jokowi sebelum detik-detik pemakaman jenazah ibundanya Sudjiatmi Notomihardjo di pemakaman keluarga Mundu, Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jateng, Kamis (26/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Meskipun dua kali periode menjadi orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta keluarga besarnya selama ini biasa hidup sederhana.

Hal itu terlihat dalam berbagai kesempatan yang senantiasa disorot oleh media.

Bahkan kesederhanaan juga tampak selama prosesi pemakaman ibunda Presiden Jokowi, Sudjiatmi Notomihardjo yang meninggal dunia di RS DKT Solo pada Rabu (25/3/2020) dan di rumah duka di Jalan Pleret Raya, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.

Sangat Sederhana, Beginilah Penampakan Makam Keluarga Orang Nomor Satu di Indonesia Presiden Jokowi

Terakhir yakni di pemakaman keluarga yang berada di Dusun Mundu, Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar pada Kamis (26/3/2020).

Berikut ini 5 kesederhanaan dalam prosesi pemakaman ibunda Jokowi di Solo dan Karanganyar :

1. Bendera dari Kertas Merah dan Kursi Biasa

Jenazah ibunda Presiden Jokowi, Sudjiatmi Notomihardjo tiba di rumah duka Jalan Pleret Raya, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Solo dari RS DKT Solo pada Rabu (25/3/2020) sekira pukul 18.38 WIB.

Dari pantauan TribunSolo.com, saat itu belum tampak karangan bunga di sekitaran rumah duka.

Namun tikar untuk pengajian sudah dipasang di aula yang biasanya digunakan Sudjiatmi untuk pengajian dan pertemuan ibu-ibu.

Sementara ada tenda yang dipasang do kawasan rumah duka hanya sederhana, layaknya masyarakat memasang ketika hajatan atau dalam suasana duka.

Bahkan kursi juga tak jauh beda seperti pada umumnya.

Namun ada yang menonjol yakni bendera lelayu yang terbuat dari kertas merah, sehingga jelas bukan bendera mahal.

Sesaat setelah jenazah di rumah duka, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar konferensi pers terkait penyebab meninggal dunia ibundanya Sudjiatmi Notomihardjo.

Jenazah ibunda Jokowi Sudjiatmi Notomihardjo baru saja disemayamkan di pemakaman keluarga di Mundu, Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jateng, Kamis (26/3/2020).
Jenazah ibunda Jokowi Sudjiatmi Notomihardjo baru saja disemayamkan di pemakaman keluarga di Mundu, Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jateng, Kamis (26/3/2020). (TribunSolo.com/Adi Surya)

Jokowi didampingi putranya, Gibran Rakabuming Raka dan kerabat lainnya berdiri di depan pintu rumah.

Adapun Jokowi mengawali sambutan dengan istirja' Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.

"Sore pada jam 16.45 WIB bahwa telah berpulang menghadap Allh SWT bunda kami Bu Sudjiatmi Notomihardjo," ungkap Jokowi mengawai konferensi pers.

"Ibu sudah 4 tahun menderrita sakit kanker dan sudah berobat, berusaha, berikhtiar dan berdoa," aku dia membeberkan.

Dia menerangkan, jika ibundanya telah mendapat perawatan pertama di RPAD Gatot Subroto Jakarta.

"Tapi Allah menghendaki lain," jelasnya. 

2. Disalatkan di Masjid Kampung

Jenazah ibunda Presiden Jokowi, Sudjiatmi Notomihardjo disalatkan di Masjid Baturrachman, Kamis (26/3/2020) pukul 12.00 WIB.

Masjib tersebut hanya di dalam kampung, bukan masjid raya yang besar, tetapi bersih dan sederhana.

Yakni satu jam sebelum pemakaman yang bakal dilakukan pada pukul 13.00 WIB.

Rombongan hanya berjalan, karena letak kediaman rumah duka dengan masjid di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo cukup dekat hanya puluhan meter.

Jenazah ibunda Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sudjiatmi Notomihardjo disalatkan di Masjid Baturrachman, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjasari, Kota Solo, Jateng, Kamis (26/3/2020) pukul 12.00 WIB.
Jenazah ibunda Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sudjiatmi Notomihardjo disalatkan di Masjid Baturrachman, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjasari, Kota Solo, Jateng, Kamis (26/3/2020) pukul 12.00 WIB. (TribunSolo.com/Ryantono Puji)

Jenazah tersebut dipikul oleh Paspampres berjalan dari rumah duka ke lokasi masjid untuk disalatkan.

Terlihat Presiden di Joko Widodo bersama anak-anaknya mengantarkan salat jenazah di masjid tersebut.

Adapun Gibran Rakabuming Raka membawa foto nenek kesayangannya.

Saat itu semua pengantar menggunakan masker dan masuk dalam Masjid untuk ikut mensalatkan jenazah Ibunda Presiden Joko Widodo.

Terlihat juga mobil rombongan sudah berjajar di jalan dekat lokasi masjid tersebut.

Mobil untuk mengantarkan jenazah Sudjiatmi ke tempat peristirahatan terakhir di Dusun Mundu, Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jateng.

Pada mobil yang ada di lokasi juga bertulis Hiace 1 keluarga dan bus.

Saat para wartawan masuk menuju masjid melalui Kediaman Ibunda Presiden Joko Widodo ada screening yang dilakukan seperti pengukuran suhu tubuh dan menggunakan hand sanitizer.

Prosesi salat jenazah terlihat khidmat dilakukan.

Masjid tersebut terlihat sederhana dengan desain modern.

Dominasi masjid tersebut berwarna hijau.

3. Gibran Pakai Sendal Jepit

Putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming Raka tampil sederhana saat akan mengantarkan neneknya Sudjiatmi Notomihardjo ke tempat peristirahatan terakhirnya, Kamis (26/3/2020).

Girban membawa foto neneknya saat berjalan ke Masjid Baturrachman Sumber Solo.

Dia terlihat berjalan bersama sang Ayah, Joko Widodo dan Adiknya Kaesang Pangarep menuju dalam masjid.

Penggali Kubur yang Layani Keluarga Presiden Jokowi Ternyata Tak Pernah Minta Upah, Begini Alasannya

Terlihat Girban menggunakan kemeja putih dan peci yang dipadukan sarung ikut berjalan masuk salam masjid.

Bahkan anak sulung orang nomor satu di Indonesia itu menggunakan sendal jepit, berbeda dengan tamu yang lain.

Girban ikut mensalatkan neneknya, sebelum dilakukan salat Jenazah jemaah melakukan salat Dzuhur berjamaah.

Salat Jenazah selesai pukul 12.16 WIB kemudian dilanjutkan akan berangkat ke Karanganyar.

Jenazah diberangkatkan ke Karanganyar dari rumah duka.

Jadi setelah disalatkan di Masjid, jenazah Ibunda Presiden Joko Widodo kembali ke rumah duka dan dimasukan dalam ambulance.

Terlihat semua pengantar menggunakan masker dan masuk dalam Masjid untuk ikut mensalatkan jenazah Ibunda Presiden Joko Widodo.

Terlihat juga mobil rombongan sudah berjajar di jalan dekat lokasi masjid tersebut.

4. Makam di Desa Beratap Seng

Makam keluarga besar Presiden Jokowi berada tak jauh dari pemukiman dan sawah warga Dusun Mundu, Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jateng.

Makam tersebut terletak kurang lebih 500 meter sebelah barat Jalan Raya Solo-Purwodadi.

Penggali kubur Suripto menyampaikan keluarga jokowi memiliki petak pemakaman seluas kurang lebih 10 x 10 meter di dusun tersebut. 

Bakti Jokowi Terakhir untuk Ibunda Sudjiatmi, Terima Jenazah di Bawah Liang Lahat,Doa & Azan Sendiri

Adapun bangunan makam menurut dia sangat sederhana, berbeda dengan kompleks makam para petinggi yang biasanya mewah.

Bagian atas bangunan makam saja hanya beratap seng yang tampak sudah berkarat.

Begitu juga jalan menuju makam hanya cor-coran semen biasa pada umumnya di desa.

"Keluarga besar Pak Jokowi memiliki petak pemakaman seluas 10 x 10 meter yang di khususkan untuk keluarga," tutur dia kepada TribunSolo.com, Kamis (26/3/2020).

5. Sosok Jokowi yang Tak Jaim

Sebagai putra sulung, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan sejumlah hal yang terakhir sebelum ibundanya Sudjiatmi Notomihardjo dimakamkan, Kamis (26/3/2020).

Meskipun seorang Presiden, Jokowi tetap rela berkotor-kotor terkena tanah demi menghantarkan ibundanya tercinta.

Ya, Presiden Jokowi menerima langsung jenazah ibundanya saat perlahan dimasukkan ke liang lahat di pemakaman keluarga, Dusun Mundu, Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. 

Juru Kunci Sutarman mengungkapkan Jokowi jugalah yang membuka kain kafan Sudjiatmi atau Eyang Noto saat diletakkan di pusara.

"Pak Presiden langsung menerima jenazah di bawah, membuka kafan, lalu azan, doa itu dilakukan Pak Presiden langsung," ungkap dia, Kamis (26/3/2020).

Saat menerima jenazah sang ibunda di pusara, Jokowi dibantu kurang lebih dua penggali kubur. 

"Pak Presiden menerima di bawah liang, tapi tidak cuma Pak Jokowi sama teman teman dua," tutur Sutarman. 

Wali Kota Rudy: Rakyat Solo Kehilangan Sosok yang Jawani dan Ngajeni

"Pak Presiden menerima bagian kepala almarhumah, makanya bajunya kotor,  Pak Presiden masuk ke dalam," imbuhnya membeberkan. 

Setelah proses pengurukan dilakukan, Jokowi yang pertama diberi kesempatan untuk melakukannya.

"Pengurukan itu langsung, yang pertama kali pak Jokowi dilanjutkan sama semua keluarga yang hadir dibantu juga sama teman-temen penggali," kata Sutarman. 

"Yang jelas, yang ikut kebagian," tambahnya. 

Sutarman mengaku tidak mendapatkan pesan khusus dari orang nomor satu di Indonesia itu. 

"Pak Presiden tidak bilang apa-apa cuma yang menggali itu, setiap ke sini memberikan sangu," aku dia. 

"Beliau tidak bilang apa-apa, mungkin karena masih berduka," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved