Solo KLB Corona

Update Corona Sukoharjo : Jumlah Petugas Medis yang Jadi PDP di Sukoharjo Berkurang Drastis

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Kabupaten Sukoharjo, Gani Suharto, dalam satu pekan ini tidak ada petugas medis yang menunjukan gejala Covid-19.

tribunnews.com
Petugas mengenakan masker dan hazmat suit sebelum melakukan evakuasi WNI yang tiba dari Wuhan di lokasi observasi Hangar Lanud Raden Sajad, Natuna, Kepri, Minggu (2/2/2020). WNI yang sebelumnya transit terlebih dahulu di Batam tersebut dievakuasi dari Wuhan, China, akibat merebaknya wabah Virus Corona. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUSOLO.COM, SUKOHARJO – Tenaga Paramedis sering disebut sebagai benteng pertahanan terakhir untuk menangani pasien yang suspect maupun positif Covid-19.

Pekerjaan mereka mengharuskan berinteraksi langsung dengan para pasien tersebut.

Kabar Baik, PPNI Solo Pastikan Belum Ada Perawat di Wilayahnya yang Positif Covid-19

Update Corona Solo 30 Maret : Kabar Baik, Semua Pasien Positif Corona di RS Dr Moewardi Solo Sembuh

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Kabupaten Sukoharjo, Gani Suharto, dalam satu pekan ini tidak ada petugas medis yang menunjukan gejala Covid-19.

"Tidak ada petugas medis yang dalam status ODP maupun PDP," katanya saat

Pada pertengahan bulan lalu, ada 55 petugas medis yang masuk ODP yang berasal dari dua rumah sakit.

Mereka yang sebelumnya masuk dalam OPD telah menunjukan tanda-tanda yang semakin membaik.

Gani menambahkan, pihak Rumah Sakit selalu menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan APD dan selalu menjaga kebersihan.

Tidak dipungkiri, stok APD disejumlah rumah sakit mulai menipis, namun pihaknya terus berupaya untuk menyetok ketersedian APD.

Apalagi Pemkab Sukoharjo telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 5 milyar selama masa darurat corona ini.

Halaman
12
Penulis: Agil Tri
Editor: Aji Bramastra
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved