Gunung Merapi Erupsi

Update Erupsi Gunung Merapi Sore Ini saat Pendemi Corona, BPBD Boyolali Sebut Kondisinya Masih Aman

Meskipun mengalami erupsi berkali-kali dalam seminggu ini, kondisi Gunung Merapi dipastikan masih terpantau kondusif dan aman.

Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Dok BPPTKG
Ilustrasi : Gunung Merapi yang mengalami erupsi lagi sehingga mengeluarkan awan panas, Jumat (26/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Meskipun mengalami erupsi berkali-kali dalam seminggu ini, kondisi Gunung Merapi dipastikan masih terpantau kondusif dan aman.

Terakhir, Gunung Merapi mengalami erupsi pada Kamis (2/4/2020) pukul 15.10 WIB.

Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kepala BPBD Kabupaten Boyolali, Bambang Sinung.

"Benar, tadi erupsi pukul 15.10 sore tadi, di ketinggian 3.000 meter dari puncak," ungkapnya kepada TribunSolo.com.

Seminggu Ini Merapi Tak Berhenti Erupsi saat Pandemi Corona, Warga Klaten Dengar Suara Gemuruh Keras

Menurutnya saat ini kondisi Gunung Merapi masih terpantau aman dan kondusif.

"Untuk saat ini masih terpantau aman terkendali," tambah Bambang.

Ia menambahkan jika gunung aktif itu sudah erupsi sebanyak 6 kali sejak hari Jumat (27/3/2020) lalu.

"Terhitung hari jumat ini sudah yang ke 7 kalinya," paparnya.

Ia mengaku sudah menghubungi oleh pejabat sekitar Boyolali untuk memantau kondisi sekitar gunung.

Gunung Merapi Kembali Erupsi Kamis Sore Ini, Masyarakat Diimbau Antisipasi Jika Terjadi Hujan Abu

"Saya sudah hubungi Pak Camat dan Pak Sekdes, Alhamdulillah masih terpantau aman," tambahnya.

Saat ditanya terkait kenaikan status, Bambang menjelaskan hal tersebut adalah kewenangan Balai Penyekidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Yogyakarta.

Gunung Merapi Erupsi Lagi Sabtu Pagi Ini, Tinggi Kolom 2.000 Meter ke Arah Barat

"Itu kewenangan BPPTKG Jogja, saya gak bisa punya kewenangan untuk menaikkan status," tegas Bambang.

Dari informasi yang dihimpun TribunSolo.com dari BPPTG, erupsi tercatat di seismogram dengan amplitudo 78 mm dan durasi 345 detik.

Dibandingan dengan sebelumnya, kini tinggi kolom erupsi 3.000 meter dari puncak dengan arah angin ke timur. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved