Virus Corona

4 Hal yang Buat Anda Ditangkap Polisi Selama Wabah Corona, Mulai Berkerumun sampai Menghina Presiden

Secara garis besar, polisi bertugas dalam membubarkan kerumunan massa, menangani penyebar berita bohong atau hoaks, serta penimbun bahan pokok.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Caption Jajaran Polres Klaten dan Kodim 0723/Klaten melakukan razia kerumunan massa, di beberapa titik keramaian di Kabupaten Klaten, Senin (23/3/2020) malam. 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Wabah Corona di Indonesia membuat sejumlah hal berjalan di luar kenormalan.

Alur pendidikan, pelayanan publik, dan ekonomi, semua harus tersendat.

Agar tak muncul terjadinya kekacauan, penegakan hukum menjadi salah satu langkah yang diperhatikan pemerintah.

Aparat kepolisian dikerahkan dalam mengatasi wabah virus corona di Tanah Air.

Secara garis besar, polisi bertugas dalam membubarkan kerumunan massa, menangani penyebar berita bohong atau hoaks, serta penimbun bahan pokok.

Nah, berkaitan dengan wabah Corona ini, polisi mengeluarkan sejumlah aturan khusus.
Apa saja?

1. Maklumat Kapolri
Kapolri Jenderal Idham Azis mengeluarkan Maklumat Kapolri Nomor Mak/2/III/2020 tentang Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Melalui maklumat yang ditandatangani Idham pada 19 Maret 2020, Kapolri meminta masyarakat tidak berkerumun.

"Tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak, baik di tempat umum maupun di lingkungan sendiri," tulis Idham seperti tertuang dalam maklumat tersebut.

Adapun, tindakan pengumpulan massa terdiri atas lima hal.

Halaman
1234
Editor: Aji Bramastra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved