Solo KLB Corona

8.207 Pemudik Tiba di Sukoharjo, Pemkab Belum Sediakan Tempat Karantina Khusus

Ribuan pemudik dari berbagai kota di Indonesia telah kembali ke Kabupaten Sukoharjo.

TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sukoharjo Gani Suharto, dan Kepala DKK Sukoharjo Yunia Wahdiyati saat konferensi pers di Menara Wijaya Setda Sukoharjo, Senin (6/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com. Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Ribuan pemudik dari berbagai kota di Indonesia telah kembali ke Kabupaten Sukoharjo.

Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sukoharjo, Gani Suharto, ada 8.207 pemudik yang tiba hingga tanggal 3 April 2020.

Jumlah tersebut tersebar di Kecamatan Sukoharjo sebanyak 716 orang, Bendosari sebanyak 796 orang, Tawangsari sebanyak 1.055 orang.

Masyarakat Kini Dianjurkan Pakai Masker, Ganjar Pranowo Serukan Gerakan 35 Juta Masker

Polokarto sebanyak 418 orang, Mojolaban sebanyak 245 orang, Weru sebanyak 1.411 orang.

Bulu sebanyak 1.428 orang, Grogol sebanyak 217 orang, Kartasura sebanyak 737 orang, Baki sebanyak 135 orang, Nguter sebanyak 801orang, dan Gatak sebanyak 244 orang.

Dari data tersebut, diketahui dua orang pemudik yang berasal dari Surabaya dinyatakan positif corona saat dilakukan Rapid Test.

Jaga Karantina Corona Solo, Relawan Ini Ungkap Kisah Tsunami Palu Paling Berat, Tidur 5 Menit Sehari

Namun Kabupaten Sukoharjo belum menyiapkan tempat karantina khusus seperti yang dilakukan Kota Solo.

"Isolasi mandiri masih efektif dilakukan di Kabupaten Sukoharjo, dengan catatan karantina wilayah dilakukan sebaik-baiknya," katanya saat konferensi pers di Menara Wijaya Setda Sukoharjo, Senin (6/4/2020).

Menurutnya gugus tugas di tingkat RT/RW dan Desa telah melakukan tugasnya dengan baik dalam melakukan pengawasan.

Pandemi Corona Ternyata Bikin Kasus Perceraian Pasustri di Sukoharjo Merosot Drastis, Ini Ceritanya

"Namun menyiapkan tempat karantina bisa dilakukan bila gugus tugas tingkat RT tidak efektif."

"Kami masih memandang pengawasan ditingkat bawah dengan isolasi mandiri masih efektif, sehingga kami belum merealisasikan tempat karantina (khusus)," jelasnya.

Dia menambahkan, mekanisme pemantau juga terus dilakukan, selain mendata para pendatang melalui RT/RW, pemeriksaan juga dilakukan di Terminal Lama Kartasura.

Kesal Anak Tak Mau Makan, Seorang Ibu di Muaraenim Pukul Anak dengan Piring hingga Tewas

"Kita memeriksa kondisi pemudik, kalau dicirigai mengarah kepada PDP dan sebagainya akan dikoordinasilan kepada RS."

"Kalau tidak, maka akan dilakukan isolasi mandiri dirumah masing-masing," tandasnya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved