Breaking News:

Solo KLB Corona

Di Kampung Halaman Jokowi Solo,Petugas Medis Kelimpungan karena Harga Masker N95 & Bedah Ugal-ugalan

Persediaan masker N95 dan masker bedah di Kota Solo menipis saat masih mewabahnya virus Corona masih semakin mengkhawatirkan.

Tribunnews.com
Ilustrasi : Petugas mengenakan masker dan hazmat suit sebelum melakukan evakuasi WNI yang tiba dari Wuhan di lokasi observasi Hangar Lanud Raden Sajad, Natuna, Kepri, Minggu (2/2/2020). WNI yang sebelumnya transit terlebih dahulu di Batam tersebut dievakuasi dari Wuhan, China, akibat merebaknya wabah Virus Corona. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Persediaan masker N95 dan masker bedah di Kota Solo menipis saat masih mewabahnya virus Corona masih semakin mengkhawatirkan.

Bahkan 'senjata' para tenaga medis yakni masker N95 langka, jika ada barangnya ada di pasaran, harganya pasti ugal-ugalan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Siti Wahyuningsih menyampaikan tenaga medis puskesmas dan rumah sakit saat ini benar-benar membutuhkan masker N95 dan masker bedah.

Keluyuran saat Karantina Bakal Dijemput, Pemudik Tiba Langsung Dimasukkan ke Grha Wisata Niaga Solo

Cara Kantongi Kartu Pra Kerja saat Pandemi Corona Bagi Warga Solo, Catat dan Ikuti dengan Teliti

Dia meminta dengan sangat agar barang yang dibutuhkan bagi petugas di garda terdepan bisa mudah didapatkan.

"Posisi saat ini yang tipis dan perlu segera pengadaan masker N95 dan masker bedah," tutur Siti kepada TribunSolo.com, Kamis (9/4/2020).

"Barang tersebut sulit didapat, mudah-mudahan ada bantuan, masker N95 dan masker bedah sangat sulit dan harganya sangat luar biasa 6 kali lipat lebih atau naik 600 persen," imbuhnya membeberkan.

5 FAKTA Penemuan 2 Orang yang Tewas Telanjang & Keluarkan Cairan di Solo, Warga Sempat Takut Corona

Mengejutkkan, Sudah 800 Orang di Kampung Halaman Jokowi Solo yang Terdata Terima Kartu Pra Kerja

Padahal, kedua masker tersebut sangat dibutuhkan tenaga medis dalam penanganan pasien Covid-19 di setiap level pelayan kesehatan.

Itu supaya para tenaga medis benar-benar terlindungi saat melakukan penanganan pasien.

"Masker bedah minimal harus digunakan tenaga medis di level 1 pelayanan kesehatan," terang Siti.

Halaman
12
Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved