Breaking News:

Solo KLB Corona

Riwayat PDP Asal Colomadu yang Meninggal, Sempat Ikut Ijtima Ulama Dunia Zona Asia di Gowa

Mendiang pulang dari acara Ijtima Ulama Dunia Zona Asia 2020 sekira tanggal 25 Maret 2020

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Ryantono Puji Santoso
Riwayat PDP Asal Colomadu yang Meninggal, Sempat Ikut Ijtima Ulama Dunia Zona Asia di Gowa
Dokumentasi Kepala Desa Gawanan
Petugas berpakaian APD memakamkan jenazah PDP di Makam Kauman, Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Minggu (12/4/2020) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Seorang warga Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal sempat mengikuti Ijtima Ulama Dunia Zona Asia 2020 di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Kepala Desa Gawanan, Murdiyanto menyampaikan, mendiang pulang dari acara Ijtima Ulama Dunia Zona Asia 2020 sekira tanggal 25 Maret 2020.

"Tanggal 6 April 2020, almarhum periksa ke puskesmas dan dinyatakan sehat, ia juga diminta isolasi mandiri selama 14 hari," kata dia kepada TribunSolo.com, Minggu (12/4/2020).

PDP Colomadu Meninggal, Warga Bantu Gali Kubur, Pemakaman Disaksikan Keluarga Jarak 50 Meter

Viral! Rumah Pak RT yang Tolak Pemakaman Perawat Covid-19 Dibanjiri Karangan Bunga, Pesannya Menohok

Mendiang setibanya di rumah sudah langsung berstatus orang dalam pemantauan (ODP).

"Masih ODP, kalau aturannya semua yang datang dari luar kota atau yang mudik sudah langsung masuk ODP," tutur Murdiyanto. 

Mendiang kemudian mengalami gejala sesak napas dan sempat dirawat di Rumah Sakit Paru Jajar Solo pada tanggal 7 April 2020.

Statusnya pun kemudian dinaikkan menjadi PDP. 

"Tak berapa lama langsung dirujuk ke RSUD Dr Moewardi kalau tidak salah sekitar tanggal 10 April 2020," kata Murdiyanto. 

"Di RSUD Dr Moewardi Solo langsung dikarantina, sambil menunggu hasil laboratoriumnya," imbuhnya membeberkan.

Hasil laboratorium mendiang sampai saat ini belum keluar dan belum bisa dipastikan ia terkonfirmasi positif Corona atau tidak. 

"Belum bisa memastikan, sehingga masih PDP, laboratorium baru keluar sekitar tanggal 20 April 2020," tutur Murdiyanto. 

Mendiang menghembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di RSUD Dr Moewardi, Minggu (12/4/2020) sekira pukul 05.00 WIB. 

Ia meninggalkan 1 orang istri dan 2 orang anak. 

"Sekarang sudah dimakamkan di Makam Kauman sekira pukul 10.30 WIB," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved