Breaking News:

Solo KLB Corona

Pemkot Solo Akan Perpanjang KLB Sampai Akhir Mei 2020 Bila Arus Mudik Masih Tinggi, Ini Dampaknya

Pemkot Solo Solo masih melihat tren pemudik. jika naik, pemberlakuan status kejadian luar biasa (KLB) virus Corona di Solo pun diperpanjang.

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Agil Trisetiawan
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Pemudik bersiap berangkat ke Jakarta mengikuti bus balik gratis program Kemenhub dari Terminal Tipe A Tirtonadi, Solo, Jumat (22/6/2018) pagi. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Jumlah total khasus ODP dan PDP di Kota Solo terus merangkak naik seiring dengan melonjaknya jumlah pemudik yang masuk ke Solo.

Adapun total jumlah PDP sebanyak 62 orang dan ODP sudah menembus angka 367 pasien per Senin (13/4/2020).

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani menuturkan tren jumlah PDP dan ODP sampai saat ini memang terus ada penambahan.

HEBOH Tas Dikira Bom di Sekitar Pos Polisi Solo Baru,Tim Jihandak Beraksi Ternyata Isinya Mie Instan

Genap Sebulan Solo Lawan Corona dengan Status KLB, Tapi Pengendara Masih Penuhi Jalan Slamet Riyadi

"Kita melihat trennya terus naik, dan ini yang kita khawatirkan, karena kecenderungan para pemudik yang datang ke Solo," tutur dia, Senin (13/4/2020).

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo masih ingin melihat tren tersebut sampai akhir Mei 2020 atau awal Juni 2020.

"Trennya akan kita baca, kita monitor, kalau trennya naik, perlu kita waspadai," kata Ahyani.

Jika tren ini terus naik, pemberlakuan status kejadian luar biasa (KLB) virus Corona di Solo bakal diperpanjang.

"Kalau trennya datar dan mudah-mudahan menurun, kita akan mulai berpikir melakukan tahapan recovery," imbuhnya membeberkan.

Update Corona Global per 14 April: Kasus Meninggal di AS Capai 23 Ribu Orang, Italia Tertinggi Kedua

Sederet Manfaat Makan Mentimun di Malam Hari yang Jarang Diketahui: Kendalikan Kadar Gula Darah

Itu berdampak pembatasan operasional sejumlah tempat hiburan maupun tempat pertemuan juga diperpanjang.

"Iya, diperpanjang, pembatasan jam operasional juga namun periode ini ada sedikit kelonggaran," terang Ahyani.

Toko-toko ritel yang menjual bahan pokok diberi kebebasan waktu operasionalnya.

"Yang diatur tempat-tempat hiburan, tempat pertemuan atau gedung-gedung berpotensi mengumpulkan massa," ujar Ahyani.

"Memang agak sulit diatur di pasar-pasar agak sulit, dan dari dinas sudah menyampaikan para pedagang untuk memperhatikan SOP kesehatan yang dianjurkan," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved