Virus Corona

Sederet Tips untuk Pengusaha Kuliner Hadapi Pandemi Covid-19 Agar Tak Gulung Tikar

Kita ketahui bersama sejak wabah corona masuk ke Indoensia berbagai sektor kehidupan ikut terdampak langsung.

(Handout (Kompas.com))
Rico Waas owner Warung Ijo dan tokoh milenial Kota Medan, Rabu (15/4/2020) 

TRIBUNSOLO.COM - Kita ketahui bersama sejak wabah corona masuk ke Indoensia berbagai sektor kehidupan ikut terdampak langsung. 

Satu diantaranya adalah sektor ekonomi yang ikut terdampak.

Denny Cagur Kenang Masa Hidup Susah, Sumbangkan Sebagain Besar Uang hingga Dapat Hadiah Rp 254 juta

Sejak diberlakukannya pembatasan sosial, jaga jarak yang berujung larangan berkerumun sebagai langkah antisipasi pencegahan Covid-19, keluhan berkurangnya pendapatan melonjak.

Salah satu sektor yang keluhannya paling tinggi adalah pengusaha kuliner.

Rata-rata sudah menutup sementara usahanya, mengurangi jam kerja dan produksi, akibatnya adalah kehilangan pelanggan. 

Masyarakat lebih banyak memasak sendiri atau memesan makanan secara online.

Nah, agar pelaku usaha tetap membuka lapaknya, maka melayani pesan antar atau take away adalah tips andalan. Rico Waas sudah membuktikan peluang ini dan berhasil.  

" UMKM dan pengusaha lokal harus bisa memutar otak untuk dapat bertahan di saat Covid-19 melanda. Harus bisa memangkas cost operasional," kata owner Warung Ijo ini dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (15/4/2020).

"Pelaku usaha bisa melakukan berbagai hal dengan sistem online, mulai dari bisnis, menerima pembayaran online, sampai melakukan kerjasama dengan sistem pengantaran barang online yang tersedia,” sambung Rico. 

Ditanya Deddy Corbuzier Sampai Kapan Beri Bantuan, Pengusaha Asal Solo: Saya Mati Tidak Bawa Apa-apa

Pria yang dianggap tokoh milenial-nya Kota Medan ini mengakui, situasi saat ini memang berat.

Namun, demi kepentingan yang lebih luas seluruh masyarakat harus tetap mengikuti aturan pemerintah.

Dirinya juga berharap pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang bisa membantu para pengusaha, khususnya pengusaha lokal dan UMKM agar bisa bertahan melewati masa-masa pandemi supaya tidak gulung tikar.

“Ada anggaran Rp 100 miliar dari Pemkot Medan dan Rp 18 miliar dari Pemprov Sumut. Rasanya sulit mengatakan dana tersebut cukup untuk mensubsidi pengusaha karena  pastinya ada prioritas utama yang harus didahulukan seperti tenaga medis dan penanganan kasus Covid-19 dan masyarakat rentan. Kami hanya berharap dana itu membantu dengan tepat sasaran,” ucapnya.

CSR harus bergerak

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved