Berita Solo Terbaru

Hobi Hidroponik, Orang Solo Ini Pernah Panen 15 Kilogram Selada, Jadi Langganan Pengusaha Katering

Pemilik Kebun R2 Hidroponik, Wahyu Suryanto, telah menekuni hobi menanam dengan hidroponik kurang lebih selama 4 tahun.

Tayang:
Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
TRIBUNSOLO.COM/ADI SURYA SAMODRA
Pemilik R2 Hidroponik, Wahyu Suryanto menunjukkan tanaman seledri yang ditanam di kebun milikinya, Sodipan RT 08 RW 05, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Solo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pemilik Kebun R2 Hidroponik, Wahyu Suryanto, telah menekuni hobi menanam dengan hidroponik kurang lebih selama 4 tahun.

Kebun hidroponik miliknya ada di sebelah rumahnya di Sodipan RT 08 RW 05, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Solo.

Seorang temannyalah yang mengenalkan Wahyu kepada dunia hidroponik.

Adapun sebelum berkenalan dengan dunia hidroponik, ia sempat bekerja di Jakarta selama 10 tahun.

Seusai 10 Tahun Bekerja di Jakarta, Orang Solo ini Pilih Balik Kampung, Tekuni Hobi Hidroponik

"Terus purna kerja dari Jakarta balik ke Solo, terus ada teman mengenalkan hidroponik, sedikit demi sedikit belajarlah, sampai sekarang saya masih belajar terus," tutur Wahyu kepada TribunSolo.com, Minggu (19/4/2020).

"Sebenarnya, ini hanya hobi saja," imbuhnya membeberkan.

Beragam sayuran, diantaranya selada, kale, daun min, bawang merah, dan pakcoy kini ditanam Wahyu di kebun hidroponiknya.

Pria yang Alami Gangguan Jiwa Dikeroyok Warga di Boyolali, Dicurigai saat Berkeliaran Tengah Malam

Ia mengungkapkan selada menjadi produk unggulan dari kebunnya itu.

Bahkan, Wahyu membuat tempat tanam khusus untuk selada di pekarangan rumahnya yakni dengan memanfaatkan talang.

"Di sana itu full selada, tapi ini habis panen, sedang dibersihkan," kata dia.

Kronologi Pria yang Alami Gangguan Jiwa Dikeroyok Warga di Boyolali, Kabur saat Ditanya Baik-baik

"Satu talang isinya 20 lubang tanam, terus kalau mau panen 1 kilogram kurang lebih butuh 10 titik tanam," tambahnya.

Wahyu mengandalkan sistem rotasi tanam saat menanam sayuran di kebun hidroponiknya.

"Biar panennya tidak langsung sekali panen habis, ada rolling atau rotasi," kata dia.

"Itu paling sulit, tanam sepuluh ada yg jadi delapan, yang dua mati, lingkungan juga berpengaruh, pencahayaan, nutrisi dan vitamin tanaman," imbuhnya.

2 Anak Asal Solo Terkonfirmasi Positif Covid-19, Sempat Lakukan Perjalanan ke Kendal dan Boyolali

Wahyu mengungkapkan dirinya pernah panen 15 kilogram selada dari kebun hidroponiknya.

"Paling banyak pernah 15 kilogram sekali panen karena waktu itu ada yang membutuhkan," ungkap dia.

"Teman-teman saya bisa panen sampai 30 kilogram, karena dia memang berprofesi sebagai petani, penghasilannya memang dari situ," tambahnya.

Sayuran-sayuran yang ditanam digunakan untuk mengedukasi warga setempat maupun pelajar soal hidroponik.

Analisis PSI Solo terkait Mundurnya Achmad Purnomo dari Pencalonan, Singgung soal Kalkulasi Politik

Meski begitu, ada beberapa sayuran yang ditanam merupakan pesanan pelanggan, termasuk selada.

Katering menjadi satu diantara banyak pelanggan yang memesan hasil panen hidroponik milik Wahyu.

"Satu katering jumlahnya tidak banyak, satu katering kurang lebih butuh 5 kilogram selada," katanya.

"Satu kilogram itu standarisasinya maksimal Rp 25 ribu, tinggal dikalikan saja berapa yang dibutuhkan,"

"Yang sering memesan itu katering seminggu sekian kilogram," imbuhnya.

Hari Ini, 25 Orang yang Pernah Kontak dengan Pasien Covid-19 Klaster Gowa di Klaten akan Rapid Test

Untuk saat ini, pelanggan Wahyu baru sebatas daerah Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Solo.

"Pasar kita cuma sekitar rumah saja, daerah Pajang saja, ya, karena hobi tadi, tapi kawan-kawan saya sudah ada yang sampai Solo Raya," ucap Wahyu. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved