Data Tokopedia Bocor Bisa Berimbas ke Akun OVO? Segera Ganti PIN, Ini Penjelasan OVO

Kabar bocornya bocornya data pengguna Tokopedia, pantas ikut membuat cemas para pengguna OVO.

Editor: Aji Bramastra
Facebook OVO (tangkap layar)
Ilustrasi Ovo 

TRIBUNSOLO.COM - Kabar bocornya bocornya data pengguna Tokopedia, pantas ikut membuat cemas para pengguna OVO.

Sebab sistem pembayaran Tokopedia, ada yang menggunakan OVO.

Dirumahkan Terdampak Corona, Pria Klaten Pamit Keluarga: Jalan Kaki 120 Km ke Semarang Temui Ganjar

Promo Tokopedia Hari Ini 5 April 2020, Ada Promo Pasar Pagi, Siang dan Malam

Data pengguna OVO pun dikhawatirkan juga bocor dan dijual ke pihak yang tidak bertanggung jawab.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya, Tokopedia dilaporkan mengalami peretasan.

Data pengguna Tokopedia diduga telah diretas dan bocor di dunia maya.

Jumlahnya tak tanggung-tanggung, sebanyak 15 juta pengguna Tokopedia yang terimbas.

Informasi kebocoran tersebut pertama kali diungkap akun Twitter @underthebreach.

Menurut akun tersebut, data jutaan pengguna Tokopedia tersebut telah disebarkan di forum online.

Peretasan disebutkan terjadi pada Maret 2020 dan sang hacker disebutkan memiliki lebih banyak data lagi, di luar 15 juta pengguna yang telah tersebar datanya.

Bahkan terakhir ada kabar 91 juta data pengguna Tokopedia dijual.

Terkait masalah itu, CEO PT Visionet Internasional (OVO) Karaniya Dharmasaputra mengungkapkan, sebagai platform pembayaran dan layanan keuangan digital, OVO berkomitmen untuk memastikan layanan aman, nyaman dan mudah diakses.

"Kami memastikan data-data OVO terlindungi dengan baik, termasuk data pengguna serta merchant," ungkap dia ke Kontan.co.id, Minggu (3/5/2020).

Dia menerangkan bahwa OVO menerapkan sistem keamanan berlapis sehingga dapat melindungi pengguna dari serangan siber; fitur keamanan OVO meliputi OTP, PIN dan notifikasi bila akun OVO diakses oleh perangkat elektronik berbeda.

"OVO memiliki sistem pengamanan data dan informasi yang tunduk pada peraturan pemerintah serta standar global terkait perlindungan dan keamanan data," ujar dia.

Dia bilang, pihaknya berkomitmen dalam menjaga keamanan data pengguna dipegang teguh oleh mitra ekosistem, termasuk Tokopedia.

"Kami menghimbau pengguna OVO agar secara rutin mengubah OVO PIN serta tidak membagikan OVO PIN dan OTP kepada pihak mana pun," ujarnya.

Artikel ini sebelumnya tayang di Kontan.co.id dengan judul : Pembayaran Tokopedia memakai OVO, apakah data OVO bocor? cepat ganti PIN

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved