Breaking News:

Solo KLB Corona

Lab Uji Swab di Salatiga Tutup Sementara, RS UNS Kebanjiran Sampel Uji Swab: 189 Spesimen Menumpuk

"Reagen dari pak gubernur akhirnya membuat kami bisa lebih cepat karena memang reagen ini jenisnya beda dengan yang dulu," jelas Tonang.

TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Alat pengurai DNA dan RNA dari sampel swab di RS UNS Kartasura, Sukoharjo, Rabu (15/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (UNS) ikut membantu pengujian sampel swab PCR dari daerah luar Solo Raya.

Pasalnya, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor Dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga tutup sementara.

Penutupan tersebut lantaran adanya tumpukan sampel yang belum selesai diuji swab PCR.

Alasan Joko Sutopo Genggam Tangan Pasien Covid-19 yang Sembuh Asal Wonogiri: Ini Membangun Optimisme

Dirumahkan Terdampak Corona, Pria Klaten Dikabarkan Ingin Jual Ginjal, Istri: Tak Bilang pada Saya

Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Rumah Sakit UNS, dr Tonang Dwi Ardyanto menyampaikan pihaknya juga sempat kekurangan reagen beberapa waktu lalu.

"Spesimen antre, ini memang diakui berawal dari beberapa saat yang lalu sempat terjadi kekurangan reagen, kemudian alhamdulillah sudah ada bantuan reagen dari pak Gubernur," kata Tonang, Sabtu (2/5/2020).

"Namun kemudian memang yang terjadi adalah lab di Salatiga numpuk karena banyak yang belum tergarap," imbuhnya membeberkan.

Kondisi tersebut akhirnya membuat Rumah Sakit UNS kebanjiran sampel untuk diuji swab PCR.

Meski begitu, bantuan reagen dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meringankan pengujian sampel tersebut.

"Reagen dari pak gubernur akhirnya membuat kami bisa lebih cepat karena memang reagen ini jenisnya beda dengan yang dulu," jelas Tonang.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved