Breaking News:

Solo KLB Corona

Warga Wonogiri yang Dinyatakan Sembuh dari Corona: Dari Pemulung, Sopir Bus, Sampai Ibu Rumah Tangga

"Potensi kesembuhan virus corona ini cukup sebanyak 94 persen, dengan catatan penanganan harus tepat," kata Joko.

TribunSolo.com/Agil
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Wonogiri, Joko Sutopo saat di Pendopo Kantor Dinas Bupati Wonogiri, Minggu (3/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Wonogiri telah merilis tiga orang yang dinyatakan sembuh Covid-19.

Yang pertama adalah Purwadi warga Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri yang yang berprofesi sebagai sopir bus pada 11 April 2020.

Tepat saat May Day, pasien kedua yang dinyatakan sembuh adalah Slamet Hadi Santoso (72) warga Kecamatan Selogiri, Wonogiri yang berprofesi sebagai pemulung.

Ringankan Beban Keluarga Pasien Positif Corona Boyolali, Alumni SMP Diponegoro Solo Salurkan Bantuan

Lab Uji Swab di Salatiga Tutup Sementara, RS UNS Kebanjiran Sampel Uji Swab: 189 Spesimen Menumpuk

Dan hari ini, satu pasien lagi yang dinyatakan adalah Sukatin (54) warga Kecamatan Kismantoro, Wonogiri yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga.

Sementara satu lagi bernama Eko warga Kecamatan Jatisrono, Wonogiri yang dinyatakan sembuh pada Jumat (1/5/2020).

Namun, dia masih menjalani perawatan di RSUD Sudirman Mangun Sumarso (SMS) Wonogiri karena penyakit lain.

Slamet dan Sukatin merupakan pasien yang tertular dari transmisi lokal, dan berusia diatas 50 tahun.

Seperti yang diketahui, Covid-19 sangat rentan menyerang manusia berusia renta, dengan presentase kematin yang cukup tinggi.

Menurut ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Wonogiri, Joko Sutopo, tidak ada penanganan khusus yang dilakukan saat merawat Sukatin dan Slamet.

"Potensi kesembuhan virus corona ini cukup sebanyak 94 persen, dengan catatan penanganan harus tepat," kata Joko saat Pendopo Kantor Dinas Bupati Wonogiri, Minggu (3/5/2020).

Untuk Sukatin dan Slamet, pihaknya hanya membangun imunitas dan psikologisnya agar dalam kondisi yang baik.

"Kita tidak bisa berspekulasi, karena secara penanganan medis, vaksin belum kita punyai," jelasnya.

"Tapi pada prinsipnya, kesembuhan pasien covid-19 ini pada kepatuhan melaksanakan protokol kesehatan," imbuhnya.

Hal ini membuat ketakutan dari masyarakat bisa terpatahkan, dengan adanya pasien sembuh yang berusia diatas 50 tahun. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Ryantono Puji Santoso
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved