Virus Corona
Ini 4 Cara Pengobatan Corona di Indonesia, Menristek: Tranfusi Plasma Darah Hasilnya Cukup Melegakan
Di tengah pandemi ini berbagai upaya dilakukan pemerintah dan masyarakat untuk bergotong-royong melawan virus corona.
Penulis: Naufal Hanif Putra Aji | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM - Jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia sampai saat ini masih terus bertambah.
Di tengah pandemi ini berbagai upaya dilakukan pemerintah dan masyarakat untuk bergotong-royong melawan virus corona.
Mulai dari penanganan yang bersifat pencegahan untuk memutus rantai persebaran hingga untuk menyembuhkan virus corona.
• 7 Berita Populer Solo Raya 3 Mei 2020, Kiper Persis Solo Jadi PKL hingga Jual Ginjal karena Corona
Untuk pencegahanya pemerintah melakukan berbagai kebijakan diantaranya social distancing, physical distancing, wajib menggunakan masker hingga yang terbaru PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar.
Sementara itu untuk upaya penyembuhanya kini kabar terbarnya pemerintah tengah melakukan uji vaksin corona hingga serum anti corona.
Dikutip dari YouTube Kompas TV, Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro mengatakan saat ini ada 4 hal yang tengah dikembangkan, tayang Minggu (3/5/2020).
1. Suplemen
Pemerintah tengah mengembangkan suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh pasien corona.
"Saat ini kita sudah melakukan baik sistematik review kemudian studi bioinformatika dan saat ini sedang dilakukan uji klinis terutama di Rumah Sakit Wisma Atlet" ujar Bambang.
• Viral Guru SD Asal Sragen Ngajar Door to Door ke Rumah Murid: Tak Semua Murid Punya Smartphone
Ia juga menambahkan penelitian untuk suplemen ini terutama pada bahan-bahan seperti jahe merah, jambu biji, kemudian virgin coconut oil.
Dalam hal ini pemerintah berharap, suplemen dapat dikembangkan dari bahan-bahan tersebut.
2. Obat dan Vaksin
Selain itu pemerintah kini juga tengah melakukan penelitian pada obat dan vaksin.
"Untuk obat kini kami sedang melakukan uji klinis terhadap bermacam obat yang direkomendasikan dari luar negeri, baik itu avigan, Klorokuin, dan tamiflu, ucap Menristek ini.
Selain itu Bambang juga menyebut jika pemerintah tengah mengembangkan pilkina untuk alternatif obat guna meringankan kondisi dari pasien.