Heboh Soal Jenazah ABK Indonesia yang Dilarung ke Laut, Begini Komentar Susi Pudjiastuti

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti pun merepons dengan menulis cuitan soal kasus pelarungan jenazah tersebut.

KOMPAS.com/MAULANA MAHARDHIKA
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. 

TRIBUNSOLO.COM - Baru-baru ini beredar viral video pelarungan jenazah anak buah kapal Indonesia (ABK) di kapal China.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti pun merepons dengan menulis cuitan soal kasus pelarungan jenazah tersebut.

Soal Kebijakan Lawan Corona, Jokowi: Kita Beruntung Sejak Awal Memilih PSBB Bukan Lockdown

Dalam cuitan itu, ia juga menyertakan link dari video YouTuber Jang Hansol yang mengulas kasus pelarungan tersebut.

Susi menyebut, penangkapan ikan secara ilegal memang harus dihentikan.

Ia pun menyinggung tragedi benjina yang terungkap pada April 2015 silam.

"Itulah kenapa Ilegal Unreported Unregulated Fishing harus dihentikan.

Ingat dulu kasus Benjina ? Dibawah ini berita dari Korea," tulis Susi di akun Twitter @susipudjiastuti, Rabu (6/5/2020).

Pemilik Susi Air ini berujar bahwa dirinya telah meminta agar penangkapan ikan ilegal harus dihentikan sejak 2005.

Sebab, mengambil sumber daya ikan dengan cara yang salah merupakan sebuah kejahatan.

"Ilegal unreported unregulated Fishing = Kejahatan yg mengambil kedaulatan sumber daya ikan kita= sumber Protein = Ketahanan Pangan= TENGGELAMKAN !!!!!!!!!!!! Saya sudah teriak sejak tahun 2005," tulisnya, Rabu.

Curhat Sugianur, Kaum Difabel Asal Solo yang Sahur dan Buka Hanya Makan Mie Instan

Menurut Susi, penangkapan ikan ilegal sudah terjadi di wilayah laut sejumlah negara.

Hasil penangkapan laut secara ilegal itu lalu dijual ke beberapa negara lagi.

"Kejahatan lintas negara, dilakukan di beberapa wilayah laut beberapa negara, oleh crew, abk dr beberapa negara."

"hasil tangkapannya dijual ke beberapa negara, melanggar hukum banyak negara," jelasnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved