Solo KLB Corona

Curhat Sugianur, Kaum Difabel Asal Solo yang Sahur dan Buka Hanya Makan Mie Instan

Kisah mengharukan diceritakan Sugianur, salah satu penyandang disabelitas asal Solo yang masih kesulitan untuk makan layak ditengah Pandemi Corona ini

Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Agil Trisetiawan
TribunSolo.com
Sugianur saat merima bantuan sembako di YPAC solo Rabu (7/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com,Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO. COM, SOLO - Kisah mengharukan diceritakan Sugianur, salah satu penyandang disabelitas asal Solo yang masih kesulitan untuk makan layak ditengah Pandemi Corona ini.

Kepada TribunSolo.com, dia mengatakan, saat berbuka dan sahur, dia hanya mengonsumsi mie instan.

Hal itu rupanya tidak hanya ia alami, namun beberapa kawannya yang juga penyandang disabelitas.

Pasien Covid-19 dari Pasar Kliwon Solo Dinyatakan Sembuh

PDP Asal Kecamatan Gilingan dan Kecamatan Jebres Solo Meninggal Dunia, Ini Penjelasannya

"Dari temen-temen kami, buka puasa sampai sahur hanya makan mie instan," ujar Sugianur pada Rabu (7/5/2020).

Dia mengatakan, tidak semua teman-temannya di Kota Solo beruntung dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi setiap hari.

karena selama pandemi corona ini, perekonomiannya dan sejumlah teman-temannya menjadi sangat sulit, sehingga harus rela makan seadanya.

"Setiap hari seperti ini, karena dampaknya kepada kami sangat terasa sekali," jelasnya.

Meski dengan segala kekurangan tersebut, Sugianur dan kawan lainnya yang kurang beruntung itu masih bersyukur dengan keadaan.

Ia mencontoh kasus difabel di kota Serang Banten yang hanya minum air putih saat sahur dan berbuka puasa.

Ada 800 Lagu, Manajemen Didi Kempot Akan terus Jalan Meski Sang Maestro Sudah Wafat

Yan Vellia Curhat Keteguhan Didi Kempot Berjuang Untuk Keluarga

"Kita masih bersyukur, bahwa kita gak minum air saja saat berbuka maupun sahur," paparnya.

Dengan kondisi seperti ini, dia berharap pemerintah daerah memperhatikan nasib kaum difabel, yang juga merasakan dampak dari pandemi virus Corona ini.

Lama Tak Ada Kabarnya, Wak Doyok Tengah Terlibat Kasus di Malaysia, Sempat Terancam Masuk Penjara

Karena menurutnya, bantuan dari pemerintah belum secara merata diterima para kaum disabelitas di Solo.

Selain itu, bantuan dari para dermawan juga dinantikan ditengah kondisi yang sulit seperti ini.

"Ya berharap bantuan dari pemerintah," kata dia.

"Karena kawan difabel di Solo belum semua menerima bantuan dari pemerintah," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved