Berita Solo Terbaru

Pemasok Daging Babi Mirip Daging Sapi di Bandung Berasal dari Solo, Dinas Pertanian : Solonya Mana?

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kota Solo meminta pihak berwajib untuk menelusuri asal pemasok kasus daging babi mirip daging sapi.

Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com/Ilham Oktafian
PLT Kepala Dinas Pertanian, Ketahan Pangan dan Perikanan Kota Solo, Said Romadhon di kantornya, Selasa (12/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO. COM, SOLO - Plt Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kota Solo, Said Romadhon meminta pihak berwajib untuk menelusuri asal muasal pemasok daging dalam kasus daging babi menyerupai daging sapi yang diduga berasal dari Solo.

"Solonya mana?," kata Said, Selasa (12/5/2020).

"Orang bisa menyebut Solo, itu ditelusuri Solo mana," imbuhnya.

Menurut Said, tempat pemotongan daging, termasuk daging babi yang legal hanya ada di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kota Surakarta, Keluarahan Jagalan, Kecamatan Jebres.

Ia juga menambahkan di Kota Solo tidak ada peternakan babi.

Kasus Daging Babi Rasa Daging Sapi, Kiriman dari Solo, Dinas Pertanian Solo Akui Baru Dengar

Legend of the Blue Sea Drama Korea Selatan yang Dibintangi Lee Min Ho Akan Tayang di Indosiar

Warga Usia 45 Tahun ke Bawah Bisa Kembali Bekerja? Menpan RB Tegaskan Belum Ada Produk Hukum

"Karena peternakan babi di Solo tidak ada," tutur dia.

Said menduga pemasok daging dalam kasus daging babi menyerupai daging sapi berasal dari luar Kota Solo.

Itu lantaran di luar Kota Solo ada beberapa tempat peternakan dan pemotongan hewan, diantaranya di Kanten, Desa Sroyo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar.

"Kalau Sukoharjo dan Karanganyar ada," papar dia.

"Yang cukup besar di Kanten, Karanganyar," jelasnya.

Selama ini pihak Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kota Solo tidak tinggal diam untuk melakukan pengawasan terhadap pemasaran daging babi.

Pihaknya rutin menerjunkan petugas untuk melakukan pengecekan di Pasar modern maupun tradisional.

"Kita tidak tinggal diam," kata Said.

"Karena kita terus melakukan pengawasan di pasar tradisional maupun pasar modern yang dilaksanakan oleh pertugas," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved