Breaking News:

Solo KLB Corona

13 ABK Kapal Pesiar di Desa Pengkol Sukoharjo Jalani Rapid Test, Ini Hasilnya

13 dari 22 orang Anak Buah Kapal (ABK) kapal pesiar internasional yang telah kembali ke kampung halamannya di Desa Pengkol, Kecamatan Nguter, Sukoharj

Penulis: Ryantono Puji Santoso | Editor: Agil Tri
TribunSolo.com
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo Yunia Wahdiyati saat ditemui di Kantor Dinas Bupati Sukoharjo, Jumat (15/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - 13 dari 22 orang Anak Buah Kapal (ABK) kapal pesiar internasional yang telah kembali ke kampung halamannya di Desa Pengkol, Kecamatan Nguter, Sukoharjo telah menjalani rapid test.

Hal tersebut dilakukan karena, salah seorang ABK dinyatakan positif Covid-19 pada 8 Mei 2020, saat masih menjalani isolasi mandiri.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengatakan, rapid test dilakukan hanya kepada para ABK.

22 ABK Asal Sukoharjo Pulang Kampung, 1 Orang Terkonfirmasi Positif, Begini Kondisinya

Jika Mudik ke Sukoharjo, ABK Kapal Pelayaran Internasional akan Jalani Dua Kali Karantina

"Kita lakukan rapid test kepada 13 ABK," katanya saat ditemui di Kantor Dinas Bupati Sukoharjo, Jumat (15/5/2020).

"Untuk tetangga dan keluarga yang dinyatakan positif belum," imbuhnya.

Dari hasil test tersebut, Yunia mengatakan jika hasil yang didapat adalah negatif.

"Hasil rapid testnya non reaktif atau biasa kita bilang negatif," imbuhnya.

Sehingga pihaknya belum akan melakukan tindakan lebih lanjut, selain para ABK ini menyelesaikan isolasi mandiri selama 14 hari.

"Karena hasilnya non reaktif, kita belum lakukan tindakan berikutnya seperti swab test," terangnya.

13 Orang dari Kluster Gowa Dirawat di Rumah Sehat Covid-19 Sukoharjo, Begini Kondisinya

Fakta Dibalik Oknum Polisi Tembak Istri dan Anggota TNI, Diduga Karena Alasan Personal

Selain ABK, hari ini Gugus Tugas juga akan menyambut Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sukoharjo.

PMI tersebut sebelumnya bekerja di Timor Leste, dan hendak kembali ke kampung halamannya.

"Sore nanti jam 16.00 WIB, akan kita jemput di Sragen," kata Yunia.

Diduga Terjerat Cinta Terlarang, Pria Klaten Tewas Terkapar di Teras,Dulu Coba Bunuh Diri Tapi Gagal

Yunia mengatakan jika pria tersebut telah menjalani rapid test di Bandara Juanda Surabaya, dan hasilnya negatif.

"Selanjutnya kami akan serahkan ke Kecamatan Kartasura untuk menjalani isolasi mandiri," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved