Berita Sukoharjo Terbaru

Beredar Video Gerbang di Tyfontex Kartasura Ditendangi Sejumlah Orang,Ternyata Ini Cerita Sebenarnya

ksi sejumlah buruh menendang pintu gerbang PT Tyfountex Indonesia yang terekam video sempet beredar di media sosial (medsos), Senin (18/5/2020).

TribunSolo.com/Agil Tri
Kondisi depan pabrik PT Tyfountex Indonesia yang sudah kosong dari pendemo di Jalan Jalan Slamet Riyadi, Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Rabu (13/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Aksi sejumlah buruh menendang pintu gerbang PT Tyfountex Indonesia yang terekam video sempet beredar di media sosial (medsos), Senin (18/5/2020).

Protes yang diluapkan buruh di depan pabrik di Jalan Slamet Riyadi No 258, Kelurahan Gumpang, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo diduga karena soal gaji yang molor hingga ketidak jelasan THR.

Dalam video yang didiungguh @infocegatansolo yang terlihat beberapa orang memaksa masuk pabrik dengan cara yang cukup anarkis dengan menendang gerbang secara bergantian, akhirnya dihapus tidak selang berapa lama.

Soal Buruh yang Belum Digaji, Bupati Sukoharjo Berjanji akan Surati Manajemen PT Tyfountex\

Belum Terima Gaji, Buruh PT Tyfountex: Meski Corona, Hak Karyawan Tetap Harus Dibayarkan

Adapun berdasarkan seorang warga Gumpang, Jito tidak menampik ada kejadian menendang pintu gerbang pabrik.

Dikatakan oleh Jito, jika kejadian sejumlah orang menendang gerbang pabrik terjadi 2 hari lalu, atau sebelum demo karyawan di Kantor Bupati Sukoharjo pada Senin (18/5/2020).

"Saya lihat langsung video yang beredar itu, mereka ingin ketemu perwakilan perusahaan," kata Jito saat ditemui TribunSolo.com pada Selasa (19/5/2020).

Jito yang istrinya bekerja di perusahaan Tyfountex menyaksikan langsung bagaimana ribuan buruh terus menuntut haknya untuk dipenuhi sebelum akhirnya mengadu ke Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya.

"Saya mengikuti sejak beberapa hari lalu, puncaknya kemarin pas demo sampai jalan sini sempat ditutup," kata dia.

Para karyawan mengaku lelah dengan janji yang diberikan pada perusahaan.

Oleh penuturannya, THR yang hampir tak pernah absen diterima dalam beberapa tahun terakhir urung juga cair.

Bahkan gaji dari bulan April sampai Mei ini belum juga dibayarkan.

Karyawan Distributor HP di Solo Asal Jogonalan Klaten Sembuh dari Corona: Lama Tak Lihat Wajah Istri

Update Kondisi 2 Bayi Positif Corona di Joyotakan Solo, Sang Ibu Setia Menemani di Ruang Isolasi

"Perusahaan berdalih sedang dalam keadaan sulit," aku dia.

Ia tak langsung menerima begitu saja alasan tersebut, tutur Jito keadaan pandemi seperti sekarang telah menghantam setiap perekonomian rumah tangga maupun perusahaan.

"Kalau alasan sulit, ya kita semua sulit," protes dia. (*)

Penulis: Ilham Oktafian
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved