Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Virus Corona

Sering Dilakukan saat Lebaran, Berikut Protokol Kesehatan saat Ziarah Kubur untuk Cegah Corona

Terkait hal ini lalu bagaimana pelaksanaan ziarah kubur di tengah pandemi corona?

Penulis: Naufal Hanif Putra Aji | Editor: Asep Abdullah Rowi
Tribunnews.com/Jeprima
Ilustrasi ziarah kubur momen Idul Fitri 

Sang ayah pun kemudian menjelaskan bahwa ziarah kubur satu di antaranya merupakan ungkapan kerinduan seseorang kepada yang wafat.

"Soal ziarah itu begini, yang pertama kita punya kerinduan kepada yang meninggal. Maka perlu ada meeting point," ungkapnya.

"Kita tidak tahu dia di mana, di ada di suatu alam barzakh kita tidak tahu persis itu di mana."

"Tapi kita jadikan kuburan itu sebagai tempat kita melakukan meeting point, itu yang pertama," sambungnya.

Kemudian, menurutnya ziarah juga merupakan kegiatan untuk mendoakan sang almarhum/almarhumah.

"Yang kedua, kita ke sana untuk mendoakannya," ucap Quraish Shihab.

"Sebenarnya bisa saja kita berdoa di rumah ya kan? Tetapi hati lebih mantap kalau ke sana."

"Jadi kuburan itu lebih banyak sebenarnya, tertuju kepada manusia yang hidup daripada yang mati," imbuhnya.

Update Corona Indonesia 24 Mei: Bertambah 526 Kasus, Kini Total 22.271 Pasien Positif, 5.402 Sembuh

Hal tersebut lantaran arwah orang yang meninggal ada di alam barzakh, bukan di kuburan tempat jasad dimakamnkan.

"Karena yang mati bukan di Jeruk Purut sini, dia ada di alam barzakh," kata Quraish Shihab.

"Tapi kita perlu untuk datangi, kita perlu untuk berdoa," tambah dia.

Quraish Shihab lantas menjelaskan bahwa awal masa Islam, Nabi justru melarang umatnya untuk ziarah ke kubur.

"Karena apa? Orang-orang mengkeramatkan kubur dan meminta pada yang dikubur," ungkapnya.

"Kata Nabi 'Tidak, kamu pergi mendoakan dia, kamu mengenang kebaikannya, tapi kalau mau minta jangan di sini, minta kepada Tuhan."

"Nanti setelah masyarakat Islam menyadari hal ini setelah diajar oleh Nabi, baru Nabi berkata 'Sekarang kamu sudah tahu, kamu tidak pergi minta-minta di kubur, maka silakan pergi ke kubur'."

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved