Solo KLB Corona

Hasil Uji Swab Jenazah Resahkan Warga Bayat Klaten, Ini Yang Bakal Dilakukan Dinas Kesehatan

Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten akan berkomunikasi dengan RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang terkait hasil swab jenazah yang dimakamkan di Bayat, Klaten

TribunSolo.com/Istimewa
Pemakaman jenazah dari Semarang yang dihadiri puluhan orang di malam hari di Dukuh Purwosari, Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Selasa (2/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Hasil uji swab jenazah dari RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang yang dimakamkan di pemakaman Dukuh Purwosari, Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten tersebar di media sosial, Rabu (3/5/2020).

Tes tersebut memunculkan dugaan bahwa jenazah yang telah dimakamkan di dukuh tersebut merupakan pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Klaten, Anggit Budiarto angkat bicara terkait tersebarnya hasil tes jenazah dari RSUD KRMT Wongsonegoro.

Anggit mengatakan pihaknya akan berkomunikasi terlebih dulu dengan RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang untuk memastikan kebenaran hasil tes tersebut.

Liga 2 Akan Bergulir, Soal Penonton? Manajer Persis Solo Harap Setengah Stadion Bisa Terisi

Christian Sugiono Bongkar Isi Surat Titi Kamal 21 Tahun Lalu, Dipanggil Sugi saat Masih Pacaran

Update Corona Solo 3 Juni 2020 : Kelurahan Jebres Sumbang Kasus Positif Terbanyak, Total Ada 9 Orang

"Ini yang baru kita akan komunikasikan dengan pihak rumah sakit yang ada di Semarang sana," ungkap Anggit, Rabu (3/6/2020).

"Akan kami informasikan lebih lanjut setelah kita mendapatkan kepastian dari pihak Semarang," tegasnya.

Anggit mengungkapkan data jenazah yang diterima DKK Klaten menunjukkan hasil uji swab negatif.

"Data yang masuk negatif, tetapi yang berkembang di masyarakat hasilnya tesnya positif," ungkapnya.

Terpisah, Kades Ngerangan, Sumarno mengaku baru mengetahui jenazah positif Covid-19 setelah dilakukan pemulasaran jenazah di makam tersebut.

"Kami baru diberitahu oleh petugas medis RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang setelah pemulasaran Jenazah," ucap Sumarno.

Sumarno mengatakan sudah meminta 25 orang yang kontak langsung dengan keluarga dan jenazah diduga tepapar Covid-19 untuk mengisolasi diri selama 14 hari dan menunggu dilakukan Rapid Test dari pihak Gugas Kecamatan.

"Kami minta warga yang sempat kontak dengan jenazah dan keluarga untuk isolasi mandiri," ucap Sumarno. (*)

Penulis: Mardon Widiyanto
Editor: Adi Surya Samodra
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved