Breaking News:

Pilkada 2020

Meski Utang Listrik dan BPJS, Pemkot Solo Pastikan Anggaran Pilkada Solo Tak Disunat

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo menanggapi potensi anggaran Pilkada Solo 2020 yang membengkak.

TribunSolo.com/Adi Surya
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo di Rumah Dinas Loji Gandrung, Jalan Slamet Riyadi, Sabtu (30/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo menanggapi potensi anggaran Pilkada Solo 2020 yang membengkak.

Rudy menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tengah kesulitan finansial lantaran anggaran telah difokuskan penanganan Covid-19.

Anggaran Pemasukan dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Solo sudah tidak bisa mencukup potensi membengkaknya anggaran Pilkada Solo 2020.

Gegara Pemkot Tak Bisa Bayar Listrik karena Anggaran Habis, Wali Kota Rudy Ditelepon Gubernur Ganjar

Setelah BPJS, Pemkot Solo Juga Ajukan Surat Nunggak Bayar Listrik ke PLN, Ini Alasanya

Sementara itu, Pemkot Solo saat ini juga tengah berutang berbagai tanggungan biaya hingga akhir tahun, diantaranya listrik, telepon, dan BPJS Kesehatan.

"KPU dapat dibantu APBN, kalau APBD tidak bisa." kata Rudi, Selasa (9/6/2020).

"Bayar listrik tidak bisa bayar, mau buat nambah KPU bagaimana," ucap Rudy.

Selain permasalahan penunggakan pembayaran uang listrik, Pemkot Solo juga dipusingkan dengan penunggakan pembayaran BPJS.

"BPJS kita juga berutang, BPJS bayarnya nanti, kalau sudah ada perubahan (anggaran) akan dibayar, yang penting BPJS, kartu KIS/PBI tetap berjalan," tegasnya.

New Normal, Wali Kota Solo Rudy Jajal Ojol yang Modifikasi dengan Sekat, Begini Penampakannya

Reaksi Dinas Kesehatan Solo Dapati Klaim Pedagang Pasar Kadipolo Syukuran Klaim Bebas Covid-19

Rudy memastikan anggaran Pilkada Solo yang telah disiapkan tahun lalu masih tersedia.

Itu sesuai intruksi dari pemerintah pusat bahwasanya anggaran tersebut tidak boleh dikurangi.

Wali Kota Solo Rudy Larang Anak-anak ke Tempat Wisata karena Corona, Begini Reaksi Taman Balekambang

"Tidak ada pemotongan, tidak kita otak-atik, saya minta dana yang ada dicukup-cukupkan, dilakukan efisiensi," tutur dia.

"Kalau tidak cukup, kemarin penjelasan Ketua KPU RI dapat dibantu dari APBN," pungkasnya. (*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Agil Tri
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved