Pemerintah Berencana Gabung Kelas 1,2,3 BPJS Kesehatan Diganti Kelas Standar, Berlaku Kapan?

Sistem kelas 1,2, dan 3 untuk peserta mandiri yang ada saat ini kemungkinan akan digabung menjadi hanya satu kelas.

(Kompas.com/Retia Kartika Dewi)
Ilustrasi BPJS 

TRIBUNSOLO.COM - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan pemerintah berencana untuk menerapkan kelas standar pelayanan rumah sakit untuk peserta BPJS Kesehatan pada kuartal II-2020.

Terawan mengatakan, penerapan kelas standar tersebut sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional.

Di dalam pasal 23 ayat (4) beleid tersebut dijelaskan, dalam hal peserta membutuhkan rawat inap rumah sakit, maka kelas pelayanan di rumah sakit diberikan berdasarkan kelas standar.

"Nanti Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) yang akan menjelaskan soal kelas standar. Harapannya pada akhir kuartal II (2020) ini sudah bisa diwujudkan," ungkap Terawan, Kamis (11/6/2020).

Meski Utang Listrik dan BPJS, Pemkot Solo Pastikan Anggaran Pilkada Solo Tak Disunat

Terawan mengatakan, Kemenkes sudah menyelesaikan draft paket manfaat mengacu kajian akademik jaminan kesehatan nasional (JKN).

Draft paket manfaat sesuai Kebutuhan Dasar Kesehatan (KDK) itu, akan dibahas lebih lanjut dengan BPJS Kesehatan dan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN).

Hal utama yang akan dibahas mengenai sinkronasi dari dana jaminan sosial, agar paket manfaat sesuai KDK tidak memperberat kondisi yang terjadi.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (tengah) berbincang dengan Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM) Susumu Matsuda (dua kanan), Wakil Presiden Direktur TAM Henry Tanoto (dua kiri), dan Sekjen  Kemenke Oscar Primadi (kanan) dalam acara penyerahan donasi dari TAM dan PT Serasi Autoraya (SERA) ke Kemenkes untuk penanganan Covid-19, di Jakarta, Rabu (20/5/2020). Selain APD dan 3 (tiga) unit mobil ambulan Kijang Innova, Kemenkes juga menerima bantuan fasilitas untuk antar jemput tenaga medis sebanyak 48 unit Toyota Avanza sebagai sarana mobilitas yang dibutuhkan dalam penanganan wabah Covid-19. TRIBUNNEWS/HO
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (tengah) berbincang dengan Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM) Susumu Matsuda (dua kanan), Wakil Presiden Direktur TAM Henry Tanoto (dua kiri), dan Sekjen Kemenke Oscar Primadi (kanan) dalam acara penyerahan donasi dari TAM dan PT Serasi Autoraya (SERA) ke Kemenkes untuk penanganan Covid-19, di Jakarta, Rabu (20/5/2020). Selain APD dan 3 (tiga) unit mobil ambulan Kijang Innova, Kemenkes juga menerima bantuan fasilitas untuk antar jemput tenaga medis sebanyak 48 unit Toyota Avanza sebagai sarana mobilitas yang dibutuhkan dalam penanganan wabah Covid-19. TRIBUNNEWS/HO (TRIBUN/HO)

"Dan tetap mengingat kebutuhan kritis dan kebutuhan dasar kesehatan bisa terpenuhi," kata Terawan.

Untuk diketahui, pemerintah berencana untuk menerapkan kelas standar untuk program BPJS Kesehatan.

Dengan demikian, sistem kelas 1,2, dan 3 untuk peserta mandiri yang ada saat ini kemungkinan akan digabung menjadi hanya satu kelas.

Halaman
12
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved