Tahun Ajaran Baru 2020 Solo Raya

Bocoran Skema Sekolah di Sukoharjo, Mulai Shift Kelas Sampai Waktu Belajar di Kelas Dipangkas

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sukoharjo menyiapkan skema shift jika kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah.

Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Adi Surya Samodra
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
ILUSTRASI : Sebagian murid Taman Kanak-kanak (TK) Santa Anna Sragen saat di ruang kelas. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sukoharjo menyiapkan skema shift jika kegiatan belajar mengajar (KBM) dilakukan dengan metode tatap muka di sekolah.

Kepala Disdikbud Sukoharjo, Darno mengatakan, sistem shift masuk ini tidak dengan sistem pembagian masuk pagi dan siang.

Namun dengan pembagian cara satu hari masuk, dan satu hari libur.

"Untuk SMP dibagi dua kelasnya, satu hari di kelas satu hari di rumah," katanya kepada TribunSolo.com, Selasa (16/6/2020).

Tahun Ajaran Baru Dimulai 13 Juli, Siswa Tetap Belajar Daring? Ini Penjelasan Dinas Pendidikan Solo

Sasikirana Putri Anjasmara Lulus SMA, Potret Kelulusannya Dipuji Cantik Mirip Dian Nitami Waktu Muda

Dia mengatakan, jika pembagian shift dilakukan dengan metode pagi dan siang, maka akan menyulitkan tenaga pengajar.

Sementara, untuk kuota penerimaan tetap peserta didik baru di masing-masing SMP, Darno mengatakan kuotanya masih sama.

"Karena kita harus memfasilitasi siswa yang ingin belajar di SMP Negeri, yang dibatasi cuma siswa yang masuk saja," jelasnya.

Terkait teknis di sekolah, Darno mengatakan waktu KBM akan diperpendek, agar siswa tidak terlalu lama berada di ruang sekolah.

Siswa yang datang ke sekolah harus segera masuk ke dalam kelas, dan duduk di bangkunya masing-masing.

"Kita juga akan mengatur waktu istirahat dengan siswa tetap berada di dalam ruangan, membawa bekal dari rumah," ucapnya.

"Karena kantin sekolah akan ditutup dulu," imbuhnya.

Selain itu, sebisa mungkin siswa berangkat ke sekolah diantar orang tuanya, atau berangkat sendiri.

"Kalau naik transportasi umum, akan lebih repot lagi, nanti kita akan komunikasikan dengan Dinas Perhubungan," jelasnya.

Darno menambahkan, jika diperlukan, setelah proses KBM di sekolah selesai, maka ruang kelas akan disterilkan dengan penyemprotan cairan disenfektan.

"Saat ini kami masih menunggu kebijakan resmi dari Kemendikbud, namun untuk gambaran penyelenggaran KBM di Sekolah yang kami rencanakan seperti demikian," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved