Breaking News:

Virus Corona

Benarkah Dexamethasone Bisa Sembuhkan Pasien Covid-19? Ini Kata WHO

Obat ini telah terdaftar dalam Daftar Model Obat Esensial WHO sejak 1977 dalam berbagai formulasi.

JUSTIN TALLIS / AFP
Seorang apoteker memegang sekotak tablet Dexamethasone di sebuah toko kimia di London pada 16 Juni 2020 

TRIBUNSOLO.COM - Para peneliti Universitas Oxford, Inggris melakukan sebuah pengujian terhadap obat dexamethasone untuk pasien virus corona atau Covid-19.

Universitas Oxford dalam laman resminya menyebutkan, sebanyak 2.140 pasien diacak untuk menerima dexamethasone 6 mg sekali sehari selama sepuluh hari.

Kemudian, pasien-pasien tersebut dibandingkan dengan 4321 pasien yang diacak untuk perawatan biasa saja.

3 Karyawan Mitra 10 Bogor Positif Corona, 74 Orang Jadi ODP, Berbuntut Penutupan Toko 14 Hari?

Uji Rapid Test Sempat Reaktif, 11 Anggota Polresta Solo & 1 Tahanan Kini Dinyatakan Negatif Corona

Di antara pasien yang menerima perawatan biasa saja, mortalitas 28 hari tertinggi pada mereka yang membutuhkan ventilasi sebanyak 41%.

Sedangkan pada pasien yang hanya membutuhkan oksigen sebanyak 25% dan terendah di antara mereka yang tidak memerlukan intervensi pernapasan sebanyak 13%.

Dari penelitian tersebut, para peneliti di Universitas Oxford menyimpulkan, 19 dari 20 pasien yang mengidap virus corona sembuh tanpa harus dilarikan ke rumah sakit.

Dikutip dari who.int, atas hasil uji klinis awal terhadap obat dexamethasone ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyambut baik.

"Ini adalah pengobatan pertama yang ditunjukkan untuk mengurangi angka kematian pada pasien dengan Covid-19 yang membutuhkan dukungan oksigen atau ventilator," ujar Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

"Ini adalah berita bagus dan saya mengucapkan selamat kepada Pemerintah Inggris, Universitas Oxford, dan banyak rumah sakit dan pasien di Inggris yang telah berkontribusi pada terobosan ilmiah yang menyelamatkan jiwa ini," lanjutnya.

Dexamethasone adalah steroid yang telah digunakan sejak 1960-an untuk mengurangi peradangan dalam berbagai kondisi, termasuk gangguan peradangan dan kanker tertentu.

Obat ini telah terdaftar dalam Daftar Model Obat Esensial WHO sejak 1977 dalam berbagai formulasi.

Halaman
123
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved