Breaking News:

Solo KLB Corona

Reaktif Rapid Test, Pendatang di Klaten Sempat Tolak Karantina di Rumah Isolasi Desa

"Benar ada satu orang bernama NA yang sempat menolak dikarantina disana, tapi akhirnya dia mau dikarantina disana," ucap Sukatman.

kompas.com
Ilustrasi : Rapid Test Virus Corona atau Covid-19 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Seorang pendatang asal Riau berinisial NA sempat menolak dikarantina mandiri di rumah isolasi di sebuah desa di Klaten. 

Na harus dikarantina mandiri lantaran hasil rapid test-nya reaktif.

Awal mula kejadian NA ini mencuat ketika sebuah mobil ambulance dengan petugas yang menggunakan APD lengkap turun di satu desa di Kecamatan Klaten Utara.

Pasien Covid-19 Asal Kecamatan Juwiring Klaten Sembuh, Termasuk Klaster Gowa

Buntut Kasus Positif Covid-19 di Mandan Sukoharjo, 8 Orang Kontak Erat Jalani Swab Test

Pantuan TribunSolo.com dilapangan, saat pria tersebut melihat kondisi rumah isolasi, dia menolak.

Pria itu berasalan bahwa dirinya dijanjikan dikarantina di rumah dinas Camat Klaten Utara.

Lantaran ada penolakan dari NA itu, aparat keamanan termasuk Kapolsek Klaten Utara, AKP Sugeng Handoko dan Danramil Klaten Utara, Kapten Infanteri Sukatman ikut turun tangan dan melakukan negosiasi dengan pria tersebut.

Pria tersebut akhirnya luluh ketika dua perwira tersebut turun tangan melakukan negosiasi.

Diketahui, NA merupakan pegawai di toko modern berjejaring di Klaten Utara.

Dia baru saja pindah tugas dari Bekasi ke Klaten Utara.

Karena perusahaannya, NA diminta menjalani rapid test dan hasil rapid test menunjukkan reaktif.

Halaman
12
Penulis: Mardon Widiyanto
Editor: Ryantono Puji Santoso
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved