Wakapolres Karanganyar Diserang
Fakta Terbaru Penyerangan Polisi Karanganyar : Pasca Aksi, Pengamanan Polres Diperketat
"Kita tingkatkan pengamanan Mako menjadi maximum security, sesuai arahan dari Kapolda," katanya saat dihubungi Senin (22/5/2020).
TRIBUNSOLO.COM - Kejadian penyerangan pada rombongan Wakapolres Karanganyar Kompol Busroni membuat geger, Minggu (21/6/2020) sekira pukul 10.45 WIB.
Kejadian tersebut terjadi begitu cepat dimana saat itu rombongan kepolisian tengah bersiap melakukan susur gunung lawu.
Pelaku berlari dan tiba-tiba menyerang rombongan tersebut menggunakan celurit sampai membuat 2 orang terluka.
Pasca penyerangan secara membabi buta tersebut, jajaran kepolisian melakukan beberapa tindakan.
Untuk mengetahui lebih dalam kejadian penyerangan polisi di Karanganyar ini berikut 2 Faktanya terbarunya:
1. Polisi Amankan Barang Bukti : Temukan Sajam dan Buku Bahasa Arab Ditulis Tangan
Polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang digunakan pelaku saat beraksi menyerang rombongan Wakapolres Karanganyar Kompol Busroni.
• Barang Bukti Penyerangan Wakapolres Karanganyar : Ada Celurit dan Buku Tulisan Tangan Berbahasa Arab
Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi menyampaikan sejumlah buku menjadi satu diantara yang diamankan pihak berwajib.
"Ada pakaian, uang, buku, dan kertas sudah diamankan penyidik dari lokasi kejadian," terang Leganek kepada TribunSolo.com.
Leganek mengaku tidak tahu menahu perihal isi buku-buku yang diamankan penyidik.
"Buku-buku tulisan Arab dan latin, saya tidak tau isinya apa, ada yang tulisan tangan, ada juga buku cetak, semua sudah diamankan penyidik," aku dia.
Selain itu, sejumlah sejata tajam yang diduga digunakan pelaku penyerangan juga telah diamankan.
Tak terkecuali, celurit yang digunakan pelaku untuk menyerang anggota kepolisian.
"Senjata yang digunakan sudah diamankan, ada satu pisau, ada satu arit atau celurit," terang Leganek.
2. Pengamanan Polres Boyolali dan Wonogiri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ilustrasi-pasukan-brimob-mengamankan-lok-teroris.jpg)