Pilkada Solo 2020

Pilkada Solo 2020, Survei Solo Raya Polling Unggulkan Gibran, Relawan Purnomo-Teguh : Hiburan Semata

"Saya menilai hasil survei pilwakot tersebut hanya sekedar hiburan semata," jelas Kusumo, Selasa (30/6/2020).

Penulis: Ryantono Puji Santoso | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com/Ryantono Puji Santoso
Deklarator Relawan Garuda, BRM Kusumo Putro saat jumpa pers, Selasa (30/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Deklarator Relawan Garuda, BRM Kusumo Putro mempertanyakan hasil survei yang dikeluarkan Solo Raya Polling.

Dalam survei tersebut, tingkat elektabilitas dan popularitas Gibran Rakabuming Raka menyalip keunggulan para bakal calon kepala daerah lain dalam Pilkada Solo 2020.

Bakal calon lain yang dimaksud diantaranya, Achmad Purnomo, Teguh Prakosa, dan Budi Prasetyo.

Ya, Gibran meraup popularitas 99 persen dan tingkat elektabilitas sebanyak 55 persen. 

Ramalan Zodiak Cinta Rabu 1 Juli 2020: Capricorn Butuh Dukungan, Sagittarius Siap Bertemu Pasangan

Balai Kota Solo Berstatus Kawasan Tertib Protap Covid, Nekat Bergerombol ? Bakal Diangkut Satpol PP

Respon Relawan Soal Jokowi Jengkel Akan Copot Menteri Karena Kerja Biasa Saja Saat Pandemi Corona

Kusumo menilai hasil survei Solo Raya Polling masih menyisakan sejumlah pertanyaan. 

Selain itu, hasil tersebut terkesan condong ke Gibran Rakabuming Raka

"Saya menilai hasil survei pilwakot tersebut hanya sekedar hiburan semata," jelas Kusumo, Selasa (30/6/2020). 

"Kalau sekedar lucu bolehlah, kami sudah tahu kemana arah survei itu," katanya.

Relawan Garuda, lanjut Kusumo, yang juga merupakan relawan Purnomo - Teguh Prakosa menyayangkan hasil survei itu. 

Menurut Kusumo, survei itu dikatakan tidak mencerminkan kondisi riil ketika membaca pemberitaan di beberapa media. 

Ada dua hal yang menurutnya kurang akurat, yakni survei tidak mempresentasikan mayoritas warga Solo. 

Meskipun disebut respondennya dari DPT, namun dalam survei itu hanya dilakukan di 4 Kecamatan. 

"Kecamatan Jebres tidak diikutkan dalam survei, tidak ada responden Kecamatan Jebres," jelas dia. 

Kedua, dalam simulasi yang dibuat juga terkesan memaksakan menggiring opini publik pada satu calon. 

"Semestinya kalau fair maka masukan Purnomo sebagai Calon Walikota Solo, tinggal lihat siapa yang elektabilitasnya tinggi antara dua kandidat Calon Walikota yang dipilih Rakyat Solo," kata dia. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved