Berita Boyolali Terbaru

Respon Relawan Soal Jokowi Jengkel Akan Copot Menteri Karena Kerja Biasa Saja Saat Pandemi Corona

DPC Projo Boyolali merespon luapan kejengkelan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sampai memunculkan ucapan akan mencopot menterinya dengan reshuffle.

TribunSolo.com/Ilham Oktafian
Ketua DPC Projo Boyolali, Nurbiyantoro Sastrosuparno saat ditemui di Desa Cengklik, Selasa (30/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - DPC Projo Boyolali merespon luapan kejengkelan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sampai memunculkan ucapan akan mencopot menterinya dengan reshuffle dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Kamis (18/6/2020).

Terlebih, kejengkelan tersebut meruncing lantaran para menteri tidak ampuh dalam menangani masa krisis akibat pandemi Corona.

Ketua DPC Projo Boyolali, Nurbiyantoro Sastrosuparno menilai kejengkelan yang ditunjukkan Jokowi merupakan hal yang wajar.

"Dia kan berangkat dari rakyat biasa, jadi dengan situasi Covid-19 ini, beliau mengetahui persis penderitaan rakyatnya," katanya, Selasa (30/6/2020).

Genap Satu Tahun Kasus Tabrak Lari Flyover Solo, Polisi Belum Juga Bisa Dapatkan Sosok Penabrak

Sudah Zona Hijau, Pemkab Wonogiri Tetap Getol Rapid Test, Kini Sasar Karyawan : Jangan Lekas Bangga

PSSI Kembali Gulirkan Liga, Persis Ogah Buru-Buru Panasi Amunisi,Ini Kata Manajemen

Dikatakan olehnya, jika masyarakat pada umumnya ikut tercekik dengan keadaan sekarang, terlebih untuk sektor ekonomi kecil. 

Ia pun mengusulkan ekonomi dan kesehatan berjalan beriringan untuk menghindari krisis sosial di masyarakat. 

"Tidak bisa dipilih, harus berjalan beriringan," kata dia. 

"Kami mengusulkan stimulus yang sudah dianggarkan dibagikan ke masyarakat agar kondisi lekas berubah," imbuhnya. 

Nurbiyantoro pun turut mengomentari tentang RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang sedang ramai dibicarakan belakangan ini. 

Ia pun menyayangkan sikap beberapa oknum yang bertindak anarkis hingga membakar sebuah bendera. 

"Kita kan hidup dari multi etnis, jadi ke-bhinekaan itu sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi," tegasnya. (*)

Penulis: Ilham Oktafian
Editor: Adi Surya Samodra
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved