Solo KLB Corona

Sudah Zona Hijau, Pemkab Wonogiri Tetap Getol Rapid Test, Kini Sasar Karyawan : Jangan Lekas Bangga

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Wonogiri melakukan pemeriksaan rapid test massal untuk karyawan pabrik.

SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Ilustrasi: RAPID TES DRIVE THROUGH - Petugas medis Rumah Sakit Katolik St. Vincentius A Paulo Surabaya (RKZ) memberi layanan rapid test COVID-19 secara drive through yang pertama di Surabaya, Selasa (21/4). Peserta rapid test drive through cukup duduk di atas kendaraan dan tim laboratorium RKZ yang akan mengambil sampel darah. Proses berlangsung tak lebih dari 10 menit dan hasil lab dikirim via email maksimal 2 jam kemudian. Biaya rapid test drive through di RKZ ini dibanderol dengan harga Rp 398 ribu. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Wonogiri melakukan pemeriksaan rapid test massal untuk karyawan pabrik. 

Ada ratusan karyawan dari berbagai perusahaan besar yang menjalani rapid test massal ini. 

"Rapid test untuk karyawan pabrik sudah kita lakukan," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Wonogiri, Joko Sutopo, Selasa (30/6/2020).

"Hasilnya non reaktif sudah keluar, dan non-reaktif semua," imbuhnya. 

Rambu Belok Kiri Langsung di Solo Kerap Dilanggar, Begini Aturan yang Benar Penjelasan Kepolisian

Tingkatkan Keterampilan Tangani Kebakaran di Musim Kemarau, Damkar Sukoharjo Jalani Pelatihan

Buntut 1 Warga Positif Corona, 117 Orang Harus Terima Nasib, Kini Jalani Isolasi Mandiri 14 Hari

Dalam rapid test massal untuk karyawan pabrik ini, Gugus Tugas menyiapkan 500 unit rapid test

"Namun tidak semua digunakan, sekitar 380 yang digunakan, hasilnya semua menunjukkan non-reaktif," imbuhnya. 

Dia mengatakan, rapid test massal ini diperlukan untuk mengetahui sebaran virus Corona di Kabupaten Wonogiri

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Wonogiri, Adhi Dharma mengatakan kegiatan ini untuk mengantisipasi adanya penularan Covid-19 di lingkungan suatu perusahaan. 

Karena karyawan pabrik juga beresiko terjangkit virus Corona, dan mereka sering berinteraksi di luar mengunakan transportasi umum. 

"Walaupun kita sudah memasuki zona hijau jangan lekas berbangga diri sehingga kita lupa dengan standard protokol kesehatan," katanya. 

Dia menambahkan, jika nantinya terdapat karyawan yang reaktif Covid-19, maka Gugus Tugas akan segera menindaklanjutinya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Adi Surya Samodra
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved